infeksi.com info infeksi
Pusat Informasi Penyakit Infeksi [in]     [en]
News

+ ARTIKEL
+ GAYA HIDUP
+ HIDUP SEHAT
+ IMUNISASI
+ INFORMASI
+ KAMP. KESEHATAN
+ KUPIN
+ PANDEMIC H1N1
+ PELAYANAN MEDIS
+ PENELITIAN
+ PENUNJANG MEDIS
+ PENYAKIT
+ PERMENKES
+ PLASMID
+ PROFIL RSPI-SS
+ REDAKSI
+ RS. RUJUKAN
+ S O P
+ W H O


Kalender

Links

Poll
Pendapat Anda Tentang Situs Ini
 
Bagus Sekali
Bagus
Cukup Bagus
Kurang
Hasil

Webmaster - Infos
Layangkan kepada Dr.H.Ilham Patu,SpBS  Webmaster
Tambahkan ke Favorites  Favorites
Rekomendasikan situs ini kepada teman  Beritahu teman
mobile   mobile

Search





# Tim Investigasi Flu Burung

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Flu Burung
Tangerang Rawan Serangan

Untuk meredam kepanikan warga, pemerintah membentuk tim gabungan lintas departemen untuk melacak sumber penularan virus flu burung yang mengakibatkan kematian tiga penderita radang paru dari satu keluarga di Tangerang. Penelusuran sumber penularan itu juga melibatkan tim ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Sapari, dalam jumpa pers mengenai kegiatan peringatan Hari Anak Nasional, di Jakarta, Senin (18/7), menyatakan pihaknya telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari para surveilans Departemen Kesehatan, tim Departemen Pertanian, dan sejumlah ahli dari WHO.
”Kami menyebar para surveilans untuk melakukan investigasi lapangan di daerah-daerah yang memiliki peternakan ayam di sekitar tempat tinggal penderita,” ujarnya.
Fadilah menuturkan, Tangerang termasuk rawan terserang virus flu burung sejak ditemukannya kasus virus flu burung pada peternakan babi di kabupaten itu. Jika virus itu termutagenetik, maka sangat berbahaya bagi manusia. ”Kami masih menunggu hasil laboratorium apakah virus flu burung pada unggas itu H5N1 atau jenis lainnya. Sebetulnya waktu itu Departemen Pertanian sudah memberikan penyuluhan, tetapi warga setempat kurang antusias,” ujarnya.
Sejauh ini pemerintah belum mengetahui secara pasti kapan dan di mana Iwan serta anggota keluarganya yang lain tertular virus flu burung. ”Sekarang kami memfokuskan pada pencarian di mana Iwan mendapatkan virus flu burung tersebut. Sedangkan Tim Departemen Pertanian memantau sentra-sentra peternakan unggas. Itu bukan sesuatu yang sederhana,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Depkes harus jemput bola untuk mengetahui hasil laboratorium itu secepatnya, Siti Fadilah menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan hasil laboratorium specimen dari ayah dan anak itu. ”Dalam satu-dua hari lagi, kita akan mengetahui hasil dari laboratorium rujukan WHO di Hongkong. Pemeriksaannya memang butuh waktu,” tuturnya.
Pemeriksaan spesimen dari ayah dan anak, lanjut Siti Fadilah, tidak bisa dipisahkan karena memiliki gejala klinis serupa. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes, terjadi inkonsistensi karena adanya perbedaan hasil laboratorium dari ayah dan anak. Karena itu, spesimen penderita dikirim ke laboratorium rujukan WHO. ”Inkonsistensi hasil laboratorium ini bisa disebabkan banyak faktor seperti alat dan cara pemeriksaan,” kata Siti Fadilah.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan I Nyoman Kandun menyatakan masyarakat diimbau tidak panik karena hingga kini belum ditemukan kasus penularan virus itu antar manusia. Secara teoretis, hal itu baru terjadi jika terjadi persilangan antara virus flu burung pada unggas dengan flu pada manusia. ”Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi penularan virus flu burung, pemerintah membuka posko dan menyiapkan rumah sakit rujukan untuk menjaga kemungkinan adanya korban baru. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dari kotoran unggas dan segera memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala klinis radang paru berat.
Penderita yang terinfeksi flu burung menunjukkan gejala klinis flu biasa dan cepat memburuk hingga menjadi radang paru, dengan masa inkubasi tiga sampai tujuh hari. Penderita juga terserang demam tinggi, lemas, sakit tenggorokan, batuk pilek, sesak napas, perdarahan hidung dan gusi, muntah dan diare.
Siti Fadilah yang juga menjadi Ketua Pelaksana Hari Anak Nasional (HAN) menyatakan hak-hak anak untuk hidup sehat dan tumbuh berkembang secara optimal masih belum terpenuhi. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi sejumlah kasus seperti polio dan busung lapar pada anak. ”Akibat krisis ekonomi, terjadi penurunan kemampuan masyarakat,” kata Fadilah.


Tanggal dibuat : 19/07/2005 . 11:49
Revisi terakhir : 17/02/2010 . 19:25
Kategori : INFORMASI
Halaman pernah dibaca 10925 kali


Tampilan Print Tampilan Print     Cetak halaman ini Cetak halaman ini


react.gifTanggapan atas artikel ini


Tanggapan #8 

oleh bagdjamas 14/04/2010 . 00:04

Tahukah anda kenapa Timbulnya Penyakit" Penyakit Terjadi karena lemahnya Sistem Imun" banyak Virus dan bakteri yang belum dikenal, ada satu penemuan' karunia Tuhan' yaitu produk ( USA produck) Transfer Factor,akan menguatkan sistem Imun hingga 437% dan secara langsung mencegah serta mempercepat proses penyembuhan,(Immune IQ) - 1 kapsul berpotensi mengenali lebih 200.000 jenis kuman,virus,jamur,parasit,bakteri dsb.
informasi Hub: 0878.7072.6097 >www.4lifetransferfactorjakarta.com<


Tanggapan #7 

oleh Jajuli 20/02/2008 . 22:54

Memang pemerintah harus pro aktif dalam memberantas Flu burung ini...tapi juga harus dipikirkan dalam hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya..terutama menyangkut ganti rugi yang pas kalau misalnya ada pemusnahan ternak warga.,thanks


Tanggapan #6 

oleh sinyoni 09/09/2007 . 16:19

berita informasi ini memang bagus sangatlah membantu....wink!!


Tanggapan #5 

oleh AbuHanifahBambangHartawanEB 04/07/2007 . 14:14

bissmillahirrohmanirrohiim,assalamualaiikum warohmatullahi wa barokaatuh,
Terlepas dari rekan & saudara kita yang veteriner, antara H5N1 & H2N1 tlah melahirkan locus minoris resistance yang bisa dimanfa'atkan oleh pedagang daging ayam dari barat.cool Terlepas dari polos/jujur-tidaknya yth;ibu Fadilah,saya & rekan2, melalui divisi-sosial yayasansiroojulmuttaqin tlah mlakukan upaya mencegah terjadinya spreading sindroma klinis yang aneh ini. Apa yang kami lakukan adalah: memberi pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit menular yang merugikan bagi dirinya dan keseluruhan/bangsa. Sekarang Allah ta'ala sedang mengizinkan model transmisi UNGGAS-MANUSIA. Kami yakin bahwa insyaAllahu ta'ala upaya kami membantu Anda(ibu Fadilah)ada manfa'atnya sebab siapa tahu ternyata, besok pagi modus transmisinya dari KITA ke KITA. Siapa yang bisa tahu tsunami datang? Nah demikianlah halnya dengan itu. Kami kluarkan uang kami sendiri, blum ada yang bantu! Semoga yth; bapak Jaro Wacik sudi membantu kami dalam hal finansial untuk mencegah spreading-nya Avian influenza, sebab wilayah PARIWISATA lah yang paling sensitif. mohon ma'af jika ada salah kata, semoga barokahNya ta'ala selalu bersama kita. amin.


Tanggapan #4 

oleh drrian 08/02/2007 . 11:43

alah itu hanya akal-akalan menkes saja buat bikin sensasi bahwa flu burung menjadi pandemi. kalau dia tidak begitu kan gak ada program atau dapat proyek tah?. sebagai dokter ya saya sepakat kalau flu burung ini kita rangkul kolega kita dokter hewan donk jangan diurusi sendirian. dia payah jadi mentri hanya pingin buat sensasi saja di tanah air ini padahal masih banyak hal-hal yg perlu dia tangani dan lebih penting.


Sebelumnya

1 / 2

Selanjutnya

[ 1 ]  [ 2


Cari

Berlangganan Email

Google Groups
Daftarkan email anda untuk informasi dunia kesehatan terkini infodokter
Pasang form ini di web/blog loe!

Newsletter
untuk menerima berita tentang situs ini, anda bisa mendaftar langganan Newsletter.
Langganan
Berhenti Langganan
5599 Pelanggan

sponsor


   up  Ke atas  up  

PUSAT INFORMASI PENYAKIT INFEKSI DAN PENYAKIT MENULAR INDONESIA

infeksi.com
Situs Resmi RSPI - SS © 2003 - 2010
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta
email : info@infeksi.com

Halaman ini ditampilkan dalam 0.08 detik