|
| # Pusat Infeksi | | Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso ( R S P N P I - S S ) | | VISI
| | MENJADI RUMAH SAKIT PUSAT NASIONAL UNTUK PENYAKIT INFEKSI YANG MEMILIKI INTEGRITAS DAN KREDIBILITAS TINGGI, DALAM RISET, PENATALAKSANAAN KASUS, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SERTA SEBAGAI PUSAT INFORMASI PENYAKIT INFEKSI.
| | M I S I | Mewujudkan Pusat Riset, Pusat Rujukan Tatalaksana Kasus, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Laboratorium Klinik dan Kesehatan Masyarakat Terpadu Serta Pusat Informasi Penyakit Infeksi Mengembangkan Jejaring Kerja Nasional Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan dan berperan aktif dalam EWORS
| | NILAI – NILAI | FALSAFAH | º Profesionalisme º Tanggung Jawab º Ramah º Disiplin º Keterbukaan | º Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan º Menghormati kehidupan manusia dari sejak pembuahan hingga akhir hayat º Menjunjung tinggi keseimbangan lingkungan º Menghargai profesionalisme dan menjunjung tinggi etika profesi º Menjunjung tinggi prinsip jejaring kerja ( Rela- tionship building, responsiveness, result )
|
| | FUNGSI RS PUSAT NASIONAL UNTUK PENYAKIT INFEKSI | Memberikan pelayanan kesehatan, dengan perhatian khusus terhadap pengembangan diagnosis dini dan tatalaksana penyakit infeksi Melakukan penelitian klinik dan epidemiologis penyakit infeksi dan aktif dalam EWORS Melakukan pemantauan kualitas lingkungan , melaksanakan Penilaian Teknologi Kesehatan dan melaksanakan Jaminan mutu laboratorium Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pusat Informasi Penyakit Infeksi
| | PENGEMBANGAN RS PUSAT NASIONAL SEBAGAI INTI PENGEMBANGAN NCID, INDONESIA | NCID (National Center for Infectious Diseases) adalah organisasi yang di masa depan akan berperan sebagai organisasi penting dalam upaya pemberantasan penyakit infeksi Di Amerika Serikat , NCID merupakan salah satu dari 12 organik CDC (Center for Diseases Control and Prevention). Pengembangan RS Pusat Nasional untuk Penyakit Infeksi dapat dipakai sebagai inti dalam pengembangan model NCID di Indonesia
| | | | | Kunjungan Menteri Kesehatan Republik Indonesia | | Pada tanggal enam Maret tahun 2003, jam 15.10 Bapak Menteri Kesehatan RI berkunjung ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta didampingi beberapa orang pejabat eselon satu di jajarannya. Nampak juga hadir Direktur Utama PT. Indofarma Indonesia. Kedatangan bapak Menteri Kesehatan adalah dalam rangka melihat langsung keadaan Rumah Sakit Penyakit Infeksi yang rencananya akan dijadikan sebuah Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta. Dr. H. Santoso Soeroso,SpA(K),MARS dalam kesempatan itu menyampaikan semua rencana kegiatan dan sosialisasi RSPNPI tersebut, sekaligus menyampaikan peluncuran situs resmi Rumah sakit Penyakit Infeksi SS dengan alamat www.infeksi.com. |
Tanggal dibuat : 11/03/2005 . 14:03
Revisi terakhir : 18/02/2010 . 09:17
Kategori : PROFIL RSPI-SS
Halaman pernah dibaca 13028 kali
Tampilan Print
Cetak halaman ini
|
Tanggapan atas artikel ini |
Tanggapan #13 |
oleh asmana 02/05/2010 . 22:28
Peningkatan kinerja RS Prof. Dr. Sulianti Saroso semakin meningkat dan dikenal masyarakat. Mudah2an upaya peningkatan mutu dan kualitas baik management maupun kualitas petugas medis dilingkungan RS dilaksanakan secara terus menerus. Selain terkenal sebagai salah satu Pusat Rujukan Penyakit Infeksi terlengkap , maka sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan , diharapkan juga akan menghasilkan petugas2 medis yang berkualitas dan bermoral.
|
Tanggapan #12 |
oleh bagdjamas
14/04/2010 . 00:25
Tahukah anda kenapa Timbulnya Penyakit" Penyakit Terjadi karena lemahnya Sistem Imun" banyak Virus dan bakteri yang belum dikenal, ada satu penemuan' karunia Tuhan' yaitu produk ( USA produck) Transfer Factor,akan menguatkan sistem Imun hingga 437% dan secara langsung mencegah serta mempercepat proses penyembuhan,(Immune IQ) - 1 kapsul berpotensi mengenali lebih 200.000 jenis kuman,virus,jamur,parasit,bakteri dsb. informasi Hub: 0878.7072.6097 >www.4lifetransferfactorjakarta.com< |
Tanggapan #11 |
oleh divarosya 31/10/2009 . 13:46
Assalamualaikum Sebelumnya terima kasih, saya mau minta informasi yang eksperimen mengenai terjadinya plebitis akibat pemberian antibiotik lewat intra vena, saya sangat terima kasih atas infonya
wassalamualaikum |
Tanggapan #10 |
oleh PegawaiRSPISuliantiSaroso 10/02/2008 . 08:22
Saya pegawai di RSPI Sulianti Saroso. Semua yang ditulis di situs ini memang manis. Tapi kenyataannya tidak semanis yang ditulis. Saya pernah bertemu dengan balita yang di rawat di RSPI. Pada pergelangan tangan kanannya terdapat lubang yang membusuk akibat pemasangan infus. Sedangkan pergelangan tangan kirinya sudah terpasang infus berikutnya. Ketika saya tanya kepada ibunya, beliau bilang tidak berani menuntut karena dia malah dimarahi oleh perawat di sana. Sungguh tragis...!! Walaupun saya pegawai RSPI Sulianti Saroso, saya tidak akan membiarkan keluarga saya sampai berobat di sana...!! Trus, dokter-dokternya hanya sibuk menggelapkan dana-dana bantuan yang diterima dari berbagai pihak. Apalagi RSPI Sulianti Saroso dianggap sebagai pusat rujukan untuk flu burung. Tentunya banyak bantuan dari badan2 dunia seperti WHO. Tapi semuanya hanya dimakan oleh oknum2 penguasa terutama para dokter. Saya tau nama beberapa dokter yang sama sekali tidak kompeten di bidangnya tapi malah diangkat sebagai pengurus inilah, penanggungjawab itulah... semua itu dilakukan demi urusan bagi-bagi uang anggaran. Padahal partisipasinya ga ada sama sekali. Cuma numpang nama dan ngantri bagian uang... Trus ada dokter yang dateng seenak jidatnya. Sampai pasien-pasien pada menderita. Tapi lagi-lagi para pasien ga bisa banyak komplain. maklum aja mayoritas pasien Askes dan Gakin atau SKTM. Seharusnya RSPI Sulianti Saroso introspeksi diri. Bagaimana kalo seandainya keluarga atau saudara mereka sendiri yang diperlakukan seperti itu. Juga para aparat negara (Presiden SBY, MenKes Siti Fadilah Supari, Komisi Pemberantasan Korupsi, dll) kiranya mau menindaklanjuti hal ini. Terimakasih. |
Tanggapan #9 |
oleh claravera
01/10/2007 . 10:34
selamat pagi, saya ingin mengetahui tentang standar terapi (guide line) pemberian antibiotik kepada pasien. Terima kasih. |

|
1 / 3 |

|
[ 1 ]
[ 2 ]
[ 3 ]
|
|
|