infeksi.com info infeksi
Pusat Informasi Penyakit Infeksi [in]     [en]
News

+ ARTIKEL
+ GAYA HIDUP
+ HIDUP SEHAT
+ IMUNISASI
+ INFORMASI
+ KAMP. KESEHATAN
+ KUPIN
+ PANDEMIC H1N1
+ PELAYANAN MEDIS
+ PENELITIAN
+ PENUNJANG MEDIS
+ PENYAKIT
+ PERMENKES
+ PLASMID
+ PROFIL RSPI-SS
+ REDAKSI
+ RS. RUJUKAN
+ S O P
+ W H O


Kalender

Links

Poll
Pendapat Anda Tentang Situs Ini
 
Bagus Sekali
Bagus
Cukup Bagus
Kurang
Hasil

Webmaster - Infos
Layangkan kepada Dr.H.Ilham Patu,SpBS  Webmaster
Tambahkan ke Favorites  Favorites
Rekomendasikan situs ini kepada teman  Beritahu teman
mobile   mobile

Search





Hepatitis

HEPATITIS
Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.


Tanggal dibuat : 17/03/2005 . 15:47
Revisi terakhir : 03/02/2007 . 12:15
Kategori : PENYAKIT
Halaman pernah dibaca 313918 kali


Tampilan Print Tampilan Print     Cetak halaman ini Cetak halaman ini


react.gifTanggapan atas artikel ini


Tanggapan #451 

oleh Erla 07/09/2010 . 02:00

Kpd Bp/ibu Moreno

Sebelumnya sy memperkenalkan diri dulu,nama sy Erla dan skrg saya ikut dalam program b care community yaitu komunitasnya penderita/org2 yg tertarik dgn Hepatitis B yg salah satu kegiatnnya adalah seminar awam ttg hepatitis tiap 3/4 bln sekali, dan ada beberapa diskon pemeriksaan bagi penderita Hep B yg sdh bergabung dgn b care.

Kalau dilihat dari hasil lab diatas Hepatits B nya belum saatnya utk diobati.Pengbatan Hep B harus dimulai pada saat yg tepat biar kerja obat bisa maksimal

Utk HBe Ag ( + ) pengobatan dimulai bila SGPT sdh 2 x lipat nilai normal dan HBVDNA >10 pangkat 4

Utk HBe Ag ( - ) pengobatn dimulai bila SGPT sdh 2 x lipat nilai normal dan HBVDAN >10 pangkat 3.

Kenaikan SGPT yg sekarang bukan disebabkan oleh virus Hep B krn jml DNAnya masih kecil (10 pangkat 1), kemungkina disebabkan oleh faktor lain mis kegemukan/fatty liver dll..

HBe Ag yg sudah negatif kemungkinan masih bisa jadi positif begitu sebaliknya.

Kalau bpk/ibu moreno berdomisili di Jkt kalau tidak ada perubahan jadwl akhir bln sep ini kt mau mengadakan seminar lagi ttg Hep B/atau gabung saja di miilisnya b care: b carecommunity@yahoogroups.com.Silahkan mengajukan pertanyaan disana, kebetulan sebagai nara sumbernya dokter Hepatolog dari RSCM

Saran kami  agar bpk/ibu tetap konsultasi ke dokter(kalau bisa ke dokter Hepatolog/ahli liver)

Semoga bermanfaat

Erla


Tanggapan #450 

oleh moreno 26/08/2010 . 09:20

Dok, saya ingin bertanya, Setelah saya menjalani medical chek up untuk melamar suatu pekerjaan hasil pemeriksaan lab menun­jukkan:

SGOT 31, (seblmnya 45)

SGPT 70, (sebelumnya 90)

HBSAg REAKTIF 250 metode MEIA

HBEAg: NON REAKTIF 0,397

Anti HBe: REAKTIF 0,56

HBV DNA: virus ter­deteksi (6.90×10 pangkat1)

Sekarang saya mengkonsumsi Herbal Temulawak, Meniran dan Sylimarin dlm bentuk kapsul 2x sehari (telah berhasil menurunkan titer SGOT & SGPT)

Saya ingin menanyakan dapatkah HBeag YANG TELAH NON REAKTIF dapat kembali menjadi REAKTIF, dan apakan Anti HBe YANG TELAH REAKTIF dapat kembali menjadi NON REAKTIF?

Dan dapatkah penderita Hepatitis B yg belum sembuh dapat kembali terkena untuk kedua kali pada saat bersamaan?

Dan apakah dg pemeriksaan Lab saya diatas saya sdh termasuk sembuh?

Mohon pen­jelasan­nya dok dan sebelumnya
ter­imakasih banyak.

Wassalam


Tanggapan #449 

oleh Latifah 24/08/2010 . 21:33

Assalamualaikum Wr wb..Salam sejahtera bagi anda..


Berlangganan Email

Google Groups
Daftarkan email anda untuk informasi dunia kesehatan terkini infodokter
Pasang form ini di web/blog loe!

Newsletter
untuk menerima berita tentang situs ini, anda bisa mendaftar langganan Newsletter.
Langganan
Berhenti Langganan
5599 Pelanggan

sponsor



PUSAT INFORMASI PENYAKIT INFEKSI DAN PENYAKIT MENULAR INDONESIA

infeksi.com
Situs Resmi RSPI - SS © 2003 - 2010
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta
email : info@infeksi.com

Halaman ini ditampilkan dalam 0.12 detik