Sebagai unit pelaksana teknis, B/BTKL PPM juga mempunyai peran menjalankan fungsi Center of Excellence lingkup regional di bidang Surveilans Epidemiologi faktor lingkungan, peran dan fungsi sebagai laboratorium rujukan bidang lab kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit menular, jejaring dan peningkatan SDM. Perubahan paradigma penganggaran dari anggaran berbasis input (input based budgeting) menjadi anggaran berbasis kinerja (performance based budgeting) membuat suatu instansi dituntut harus menyempurnakan proses dan mekanisme penyusunan pertanggungjawaban kinerja Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia dalam pelaksanaan administrasi, teknis program, peningkatan sarana dan dukungan administrasi. Pertemuan B/BTKL se Indonesia di Banjarmasin merupakan kelanjutan dari pertemuan B/BTKL PPM yang diselenggarakan oleh B/BTKL PPM Jakarta di Bandung dengan tema “Peran B/BTKL PPM dalam peningkatan kinerja Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan sebagai bagian integral pembangunan kesehatan”. Pembukaan pertemuan ditandai dengan sambutan oleh Dirjen PP dan PL, Prof.Tjandra Yoga Aditama pada tanggal 10 Maret 2010 dimana malamnya (9/03) diisi dengan laporan mengenai usulan restrukturisasi organisasi Direktorat PL yang disampaikan oleh Sholah Imari, MSc selaku Kepala Direktur PL. Pada sambutannya, Dirjen mengungkapkan bahwa B/BTKL PPM sebagai UPT Ditjen PP dan PL perlu terus meningkatkan kemampuannya agar dapat menjadi “center of excellent” di wilayah kerjanya sehingga dapat memberikan solusi teknis dan penguatan daerah terhadap masalah pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan yang berdasarkan visi, misi serta 5 nilai Kementerian Kesehatan, yaitu pro rakyat, inklusif, responsive, efektif dan bersih. Anggaran kinerja mencerminkan beberapa hal. Yaitu ; maksud dan tujuan permintaan dana; biaya dari program-program yang diusulkan dalam mencapai tujuan; data kuantitatif yang dapat mengukur pencapaian serta pekerjaan yang dilaksanakan untuk tiap-tiap program. Dengan menerapkan anggaran berbasis kinerja diharapkan B/BTKL PPM dapat lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan Tupoksinya ungkapnya. Kordinasi serta kerjasama dengan lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup daerah, PDAM dan instansi terkait lainnya baik tingkat Provinsi maupun Kab/kota di wilayah kerjanya. Prof. Tjandra juga mengharapkan data hasil kegiatan B/BTKL PPM dapat menjadi base line data, sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk penyusunan program dan pengambilan kebijakan. “Saya sangat menyambut baik pertemuan ini, dimana setiap tahunnya sudah direncanakan adanya forum komunikasi antar B/BTKL PPM seluruh Indonesia”. Lanjut Dirjen PP dan PL. Dirjen berharap dengan diadakannya pertemuan rutin tiap tahunnya B/BTKL PPM akan lebih cepat mewujudkan perannya sebagai center of excellent dan dapat menjembatani ketertinggalan B/BTKL PPM terutama yang berada di luar Jawa. Terakhir beliau menambahkan dengan diadakannya beberapa pertemuan teknis masing-masing bidang/seksi dapat menjadikan forum ini sebagai tempat sharing informasi guna peningkatan peran dan kinerja B/BTKL PPM. Acara pertemuan dihadiri oleh seluruh perwakilan B/BTKL PPM dan perwakilan dari beberapa KKP yang hadir antara lain KKP Surabaya, KKP Padang, KKP Samarinda, KKP Balikpapan, KKP Tarakan, KKP Sampit, KKP Pulang Pisau, KKP Banjarmasin, KKP Jakarta, dan KKP Semarang. Pada pertemuan kali ini peserta pertemuan dibagi 3 kelompok untuk melakukan didampingi oleh beberapa narasumber pada masing-masing kelompok. Hasl diskusi nantinya akan dipresentasikan pada akhir pertemuan. Terdapat beberapa kesepakatan hasil pertemuan yaitu melakukan revisi nomenklatur nama dari B/BTKL-PPM menjadi B/BTKL-PP; pengusulan menu tambahan yang belum terakomodir dengan mengacu tupoksi dan sasaran terpenuhinya kinerja yang telah digariskan dalam SK Menkes nomor 266/SK/III/2004; pembentukan pos dan atau loka di bidang teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit; seluruh jajaran B/BTKL-PPM dituntut untuk meningkatkan kemampuan untuk perbaikan kinerja secara internal dan eksternal yang relevan dengan tupoksi.
Tanggal dibuat : 15/03/2010 . 11:36
Revisi terakhir : 15/03/2010 . 11:36
Kategori : INFORMASI
Halaman pernah dibaca 5768 kali
Tampilan Print
Cetak halaman ini
|