Beijing : Wabah tangan, kaki, dan mulut--yang di Indonesia lazim disebut "flu Singapura"--menyerang 41 ribu balita Cina dan menewaskan 18 diantaranya.
Flu ini--yang diindikasikan dengan panas di malam hari ditambah dengan bintil-bintil di sekitar tangan, kaki, dan mulut serta luka seperti sariawan di mulut--biasanya tidak berbahaya.
Li Xinwang, seorang dokter di Universias Ditan, Beijing, mengatakan puncak wabah ini biasa menyebar pada Mei sampai Juli. Tapi tahun ini menunjukkan bahwa penyebaran jauh lebih tinggi daripada biasanya.
Meski angka penderita melonjak, Organisasi Kesehatan Dunia di Cina menyatakan mungkin ini disebabkan tingkat kesadaran melapor, bukan karena jumlah memang naik. Di masa lalu, mungkin orang tidak terlalu peduli tapi sekarang dilaporkan.
"Salah satu alasan angka ini naik tahun ini bukan karena kasusnya bertambah, tapi karena laporan kasus lebih banyak tahun ini," kata Vivian Tam, juru bicara WHO.
Departemen Kesehatan Cina mencatat pada 2007 terdapat 80 ribu kasus flu Singapura dengan 17 kematian. Tahun lalu, wabah ini menyerang 27 ribu bocah dengan puluhan tewas. Provinsi Anhui menjadi wilayah terparah karena sebanyak 26 bocah menjadi korban.AP/Tempointeratif |