infeksi.com info infeksi
Pusat Informasi Penyakit Infeksi [in]     [en]
News

+ ARTIKEL
+ GAYA HIDUP
+ HIDUP SEHAT
+ IMUNISASI
+ INFORMASI
+ KAMP. KESEHATAN
+ KUPIN
+ PANDEMIC H1N1
+ PELAYANAN MEDIS
+ PENELITIAN
+ PENUNJANG MEDIS
+ PENYAKIT
+ PERMENKES
+ PLASMID
+ PROFIL RSPI-SS
+ REDAKSI
+ RS. RUJUKAN
+ S O P
+ W H O


Kalender

Links

Poll
Pendapat Anda Tentang Situs Ini
 
Bagus Sekali
Bagus
Cukup Bagus
Kurang
Hasil

Webmaster - Infos
Layangkan kepada Dr.H.Ilham Patu,SpBS  Webmaster
Tambahkan ke Favorites  Favorites
Rekomendasikan situs ini kepada teman  Beritahu teman
mobile   mobile

Search





Berita

Berita ini tersedia dalam standard RSS format untuk ditampilkan di situs anda.
http://www.infeksi.com/data/newsin.xml


Mutasi Mematikan Virus Flu Babi dengan Flu Burung
oleh Redaksi 01/12/2009 . 00:28

KALIANDA : Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi serangan virus baru yang terbentuk dari gabungan dua genetik virus yakni flu babi (H1N1) dan flu burung (H5N1) dengan tingkat penularan dan kematian sangat tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan Dan Pengamatan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Kristi Endarwati SKM, Senin (30/11).

Ia mengatakan, berdasarkan pengamataan dan penelitian Departemen Kesehatan, secara alamiah kedua virus itu dimungkinkan bermutasi dalam waktu singkat.

"Kami telah menerima intruksi untuk mewaspadai dan mengantisipasinya sesuai dengan prosedur tetap (Protap) secara jelas dari pusat untuk menanganinya jika terjangkit pada manusia," ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini masyarakat hanya mengetahui adanya virus flu burung dan flu babi secara terpisah, padahal berdasarkan hasil penelitian ilmiah, virus itu dapat bermutasi dan menjangkit pada manusia secara bersamaan dalam bentuk virus baru yang sangat mematikan.

Selanjutnya, dia menjelaskan, virus flu burung selama ini sifat penularannya cenderung lebih lambat namun tingkat kematian yang diakibatkannya sangat tinggi. Sedangkan virus flu babi penularannya sangat cepat antarmanusia namun tingkat kematian tergolong rendah.

Setelah bermutasi, lanjut dia, kedua virus ini akhirnya menjadi sebuah virus baru yang sempurna dengan sifat lebih cepat cepat antarmanusia ditambah tingkat kematian sangat tinggi. Indikasi penularan pun lebih dasyat karena kombinasi gejala dari kedua virus tersebut.

Ia menambahkan, mutasi virus ini oleh Departemen Kesehatan belum diberi nama karena belum ada kasus yang terjadi oleh karena itu masyarakat diintruksikan waspada dan menyosialisasikan kepada yang belum mengetahuinya.

"Mutasi virus ini terjadi secara alamiah berawal dari virus H5N1 menular ke tubuh babi yang telah tertular H1N1 kemudian menular antarmanusia sesuai dengan sifat asli virus H1N1," kata dia.

Dia mengungkapkan, berdasarkan penelitian, virus flu burung sangat dimungkinkan menular kepada babi yang sudah terjangkit flu atau manusia karena struktur tubuh babi memiliki kesamaan dengan tubuh manusia, atau H5N1 tertular langsung pada manusia yang telah tertular H1N1.

"Salah satu virus tersebut hingga saat ini masih sulit dicegah bahkan kebal dengan antivirus, apalagi jika sampai kedua virus tersebut telah bermutasi menjadi virus baru yang lebih ganas," papar dia.

Dijelaskannya, setelah virus itu tergabung bermutasi menjadi virus baru mempunyai kesempurnaan kecepatan penularan dan kesempurnaan tingginya kematian bagi yang tertular.

Untuk melaukan deteksi dini kasus, Dinas Kesehatan berupaya dengan pemberdayaan pelayanan kesehatan, dan memebentuk 40 orang surveilans (pemantau) untuk berkerja sama dengan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Hal penting yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengantisipasinya yakni menjaga pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga etika saat bersin dan batuk. (Ant/MI)

Cari

Berlangganan Email

Google Groups
Daftarkan email anda untuk informasi dunia kesehatan terkini infodokter
Pasang form ini di web/blog loe!

Newsletter
untuk menerima berita tentang situs ini, anda bisa mendaftar langganan Newsletter.
Langganan
Berhenti Langganan
5587 Pelanggan

sponsor


   up  Ke atas  up  

PUSAT INFORMASI PENYAKIT INFEKSI DAN PENYAKIT MENULAR INDONESIA

infeksi.com
Situs Resmi RSPI - SS © 2003 - 2010
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta
email : info@infeksi.com

Halaman ini ditampilkan dalam 0.07 detik