TUJUAN UMUM
Adapun
tujuan umum penanggulangan SARS, yaitu:
-
Dapat ditemukan kasus
sedini mungkin.
- Dapat
dilakukan tatalaksana kasus.
-
Dapat dicegah transmisi
penyebaran SARS.
PEDOMAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT
SARS
A.
Tujuan
-
Identifikasi dini kasus SARS, kontak dan kasus tambahan
-
Menetapkan besarnya masalah
- Identifikasi daerah dan populasi berisiko tinggi
- Mencegah
transmisi di masyarakat
- Melaksanakan prosedur pengamanan unit pelayanan (petugas,
penderita dan pengunjung ).
- Penetapan prosedur pengamanan keluarga dan masyarakat
-
Penyebaran informasi epidemiologi SARS
B.
Sasaran
Semua masyarakat yang mempunyai risiko terjangkit
SARS, meliputi :
C.
Langkah-Langkah
1
Identifikasi Dini Kasus SARS
Identifikasi dini kasus
SARS dilakukan melalui kegiatan Surveilans di Pelabuhan udara,
laut dan darat, Surveilans di Masyarakat, surveilans rumah
sakit dan puskesmas, Surveilans Aktif di Rumah Sakit
Khusus merawat SARS dan Surveilans lain (“Others surveillance”)
yang diikuti dengan pelacakan .
a.
Surveilans Pelabuhan Udara, Darat dan Laut
Menemukan
kasus SARS melalui pemantauan di pelabuhan udara, lintas
batas darat dan pelabuhan laut. (Lihat pedoman mekanisme
pemeriksaan SARS di Pelabuhan udara, Pelabuhan Laut dan
Lintas batas).
b.
Surveilans Masyarakat
Menemukan
kasus SARS yang ada di masyarakat dan memantau kasus
SARS berdasarkan laporan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh
agama dan praktek swasta. Pada daerah berisiko SARS surveilans
masyarakat juga dilakukan terhadap kasus pneumonia/ISPA
dewasa. Daerah berisiko tinggi SARS dapat tejadi karena
besarnya jumlah tenaga kerja yang keluar masuk dari dan
ke daerah “affectide area” atau besarnya jumlah tenaga kerja
dari daerah tersebut. Apabila diduga ada penderita
SARS, segera diinformasikan kepada puskesmas, rumah sakit
atau ke posko – posko SARS, atau telp. 021-4265974.
c.
Surveilans Rumah Sakit dan Puskesmas
Setiap
rumah sakit dan puskesmas selain yang ditetapkan sebagai
RS rujukan SARS mungkin saja akan dikunjungi oleh penderita
SARS, oleh sebab itu di rumah sakit tersebut tetap harus
dilakukan pemantauan. Pemantauan ditujukan terhadap semua
kasus pneumonia anak-anak dan dewasa. Apabila menunjukkan
gejala SARS sesuai kriteria yang telah ditetapkan, segera
dirujuk ke rumah sakit rujukan penderita SARS. Mekanisme
rujukan lihat pedoman tatalaksana kasus dan prosedur pengamanan
terhadap petugas kesehatan, keluarga, penderita lain dan
pengunjung.
d.
Surveilans Rumah Sakit Khusus
Merawat Kasus SARS
Surveilans
rumah sakit khusus yang merawat kasus SARS melakukan pemantauan
terhadap kasus SARS yang dirawat di rumah sakit, baik kasus
Suspect maupun probable.
-
Kontak
person di ruangan khusus SARS dengan melakukan pemantauan
semua kasus yang masuk ke rumah sakit, adanya
penularan kepada petugas kesehatan, keluarga, penderita
yang lain maupun pengunjung. Kesemua ini dicatat dalam
formulir pelaporan SARS-RS dan dilaporkan ke Posko SARS
Nasional Fax. 021-4266919 dan propinsi.
-
Dinas Kesehatan propinsi
(petugas posko SARS propinsi) melakukan pemantauan secara
aktif terhadap kemungkinan adanya kasus SARS di RS melalui
telepon.
-
Subdit
surveilans (petugas posko SARS Nasional) melakukan pemantauan
secara aktif melalui melalui telepon terhadap kemungkinan
adanya kasus SARS yang dirawat RS.
a)
Identifikasi kebenaran diagnosis SARS
b)
Identifikasi kasus tambahan
c)
Menetapkan besarnya masalah
d)
Menetapkan upaya penanggulangan
§
Penetapan prosedur pengamanan unit pelayanan
(petugas, penderita dan pengunjung)
§
Penetapan prosedur pengamanan keluarga dan
masyarakat
e)
Menetapkan upaya pencegahan terjadinya perluasan
transmisi
2)
Persiapan Sebelum Lapangan
a)
Investigasi dilakukan oleh tim investigasi yang telah
ditetapkan dan ditambah bila diperlukan serta berkoordinasi
dengan tim Prop, Kab/Kota dan Puskesmas.
b)
Persiapan administrasi
c)
Persiapan logistik : masker standar investigasi untuk
semua petugas dan untuk penderita serta kontak lain,
alat pemeriksaan penderita (stetoskop dsb), alat wawancara
(formulir isian), dan leaflet serta brosur
SARS untuk keluarga penderita.
d)
Persiapan langkah-langkah investigasi : daftar kegiatan
yang akan dilakukan selama di lapangan (satu lembar
saja), beserta formulir wawancara dan pemeriksaan untuk
penderita dan untuk kasus tambahan
serta peralatan medik dan laboratorium
3)
Kegiatan Lapangan
a)
Pencegahan Universal Untuk Tim Investigasi
Sampai dengan saat ini,
penderita SARS dapat menjadi sumber penularan, sedangkan
etiologi dan pengobatan serta vaksinnya belum ditemukan.
Oleh karena itu, satu-satunya cara menghadapi penyakit ini
adalah dengan upaya pencegahan. Cara-cara penularan, masa
menular dan masa inkubasi penyakit ini serta cara-cara pencegahan
perlu dipahami dengan baik. Sebagian dari penderita
SARS di China, Vietnam dan Singapura adalah para petugas
kesehatan yang tidak menyadari adanya penularan penyakit
SARS. Hal ini dapat terjadi pada waktu mewawancarai atau
memeriksa penderita, terutama pada saat pertamakali menemui
penderita sebelum ditetapkan sebagai kasus SARS.
Masa menular penyakit
ini belum jelas, tetapi diperkirakan oleh ahli, masa penularan
terjadi saat muncul gejala demam atau batuk. Bagaimanapun
juga, petugas sebaiknya menganggap setiap orang yang pernah
kontak erat dengan penderita SARS, walaupun tanpa gejala
sampai 10 hari sejak kontak, dianggap menjadi sumber penularan
dan petugas harus melindungi diri dengan masker standar
pada waktu mewawancarainya. Sampai saat ini masih terdapat
keraguan tentang jaringan, muntahan dan percikan batuk atau
bersin sebagai sumber penularan, oleh karena itu petugas
harus menganggap jaringan, muntahan dan percikan batuk atau
bersin menjadi sumber penularan virus penyebab SARS.
Petugas harus mencuci
tangan dengan sabun atau alkohol yang cukup setelah memeriksa
penderita. Petugas laboratorium harus menggunakan pelindung
tangan (gloves) pada waktu bekerja dengan spesimen, termasuk
pada waktu pengambilan spesimen darah, pharing atau cabang-cabang
paru.
b)
Pelacakan Kasus SARS
(1)
Pelacakan Kasus SARS Di Lapangan
Langkah-langkah
yang dilakukan :
-
Satu orang anggota tim masuk ke rumah
dengan menggunakan masker, dan segera menjelaskan rencana
kegiatan, masalah SARS, hubungan dengan anggota keluarga
yang dicurigai sebagai penderita SARS (belum pasti),
risiko penularan kepada anggota keluarga yang lain.
Tegaskan bahwa tim akan membantu keluarga ini mencegah
berkembangnya penyakit diantara anggota keluarga. Sedapat
mungkin penderita diminta tidur di tempat tidur dan
mengenakan masker
-
Setelah dipersilakan, maka anggota
tim yang lain masuk ke rumah. Gunakan masker pada waktu
akan masuk ke rumah penderita
-
Dokter melakukan wawancara dan pemeriksaan
medik kepada penderita, dan mengisikan dalam formulir
untuk penderita SARS (formulir pemeriksaan terlampir)
-
Dokter harus menetapkan klasifikasi
SARS : terkontak SARS, Suspect SARS/probable SARS,
penyakit pneumonia non SARS atau diagnosis lainnya.
-
Lakukan pengambilan spesimen apabila
diperlukan. Ingat prosedur perlindungan diri dan pengamanan
spesimen (“universal precaution”)
-
Apabila
terdapat indikasi perawatan, maka penderita dirujuk
ke rumah sakit yang telah siap untuk menangani penderita
SARS. Pemeriksaan pendukung dilakukan di rumah sakit.
-
Penderita SARS (Suspect dan probable)
adalah sangat menular dan harus dirawat sesuai dengan
tatalaksana kasus SARS, baik di rumah sakit, di rumah
dan di masyarakat untuk mencegah penularan lebih lanjut
kepada anggota keluarga yang lain dan masyarakat sekitarnya.
-
Apabila
diantara anggota keluarga ada yang menderita sakit demam
atau batuk, dokter harus juga melakukan pemeriksaan
serta menetapkan sebagai kasus SARS atau bukan.
-
Tim harus juga menetapkan identitas
kontak dan identitas kasus SARS tambahan dengan teliti
dengan merekamnya dalam formulir pemeriksaan untuk bahan
pelacakan atau penelusuran lebih lanjut. Jika kontak
dan kasus tambahan jumlahnya cukup banyak maka harus
dibuat dalam daftar terpisah dengan jenis perekaman
yang sama.
-
Sebelum
keluar dari rumah penderita, dokter sudah memberikan
nasihat kepada penderita dan keluarganya, serta menyerahkan
masker dan leaflet/brosur SARS. Nasihat penting adalah
: (1) Apabila sakit penderita semakin memberat, maka
secepatnya berobat ke rumah sakit; (2) Apabila terdapat
anggota keluarga yang lain menderita sakit demam, maka
secepatnya berobat ke rumah sakit, (3) Menjaga kebersihan
tangan (cuci tangan); (4) Memisahkan penggunaan alat-alat
rumah tangga penderita dengan anggota yang lain, termasuk
tempat tidur dan kamar mandi; (5) Penggunaan masker;
(6) Tidak bekerja, tidak ke tempat-tempat umum dan bertamu,
tetapi tetap bermain atau berjemur dalam udara terbuka
setiap hari.
(2)
Pelacakan Kontak SARS
Kontak SARS adalah :
-
Orang
yang merawat penderita SARS
- Orang
yang tinggal serumah dengan penderita SARS
- Orang
yang berhubungan langsung dengan sekresi pernafasan dan
cairan tubuh lainnya (urin, tinja, muntah, percikan batuk
atau bersin).
Seorang Kontak walaupun
tidak menunjukkan gejala demam (panas), dalam 10 hari
sejak kontak terakhir dengan penderita SARS, maka dilakukan
kunjungan oleh tim SARS kabupaten untuk Dilakukan pemeriksaan
sesuai petunjuk point (2).
- Memberikan nasihat kepada kontak tersebut agar melakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
-
Menyendiri atau isolasi di rumah.
-
Tidak bersekolah, tidak bekerja di luar
rumah dan tidak mendatangi tempat-tempat umum.
-
Tidak melakukan kegiatan yang bertatap muka
dengan orang lain.
-
Jangan ada orang yang berkunjung ke rumah
-
Mengurangi kontak dekat dengan anggota keluarga
yang lain, tetapi apabila kontak tidak dapat dihindarkan,
maka gunakan masker.
-
Menyendirikan ruang tidur, penggunakan alat-alat
makan, tempat mencuci alat makan.
-
Secara teratur memeriksa dan mencatat suhu tubuh,
terutama apabila badan terasa demam, badan
tidak enak, atau adanya gangguan pernafasan.
-
Amati munculnya gejala sesuai dengan SARS seperti
sakit otot, linu, sakit kepala, pusing, hilang
nafsu makan, lelah, bingung, kemerahan pada kulit, dan
diare, serta gejala gangguan pernafasan.
Gejala gangguan pernafasan batuk, radang tenggorokan dan
nafas pendek, biasanya terjadi setelah
gejala awal tersebut.
-
Apabila batuk atau bersin secepatnya tutup mulut
dan hidung dengan tissu, atau selalu menggunakan
masker.
-
Sedapat mungkin selalu menggunakan masker untuk
mengurangi penyebaran kuman (droplet
infeksi)
-
Secara teratur melaporkan perkembangan kesehatannya
kepada dokter atau rumah sakit yang bertanggung
jawab dengan pengawasan Kontak Erat SARS melalui telepon.
Diskusikan segala sesuatu yang berhubungan
dengan penyakit SARS.
(3)
Pelacakan Terhadap Penderita Suspect SARS
Yang Dipulangkan Karena Sembuh
Untuk kasus suspect SARS yang telah diobservasi
di RS dan kemudian dipulangkan karena tidak diduga sebagai
penderita SARS, maka kasus ini tetap dikunjungi oleh tim
investigasi Kabupaten. Tim investigasi memantau
dan meminta penderita dan keluarganya untuk memantau kemungkinan
adanya timbul gejala SARS pada penderita maupun keluarga
selama 14 hari setelah keluar dari RS
(4)
Pelacakan Kasus SARS Yang Sedang Dirawat di Rrumah
Sakit
Kasus SARS atau suspect SARS yang sedang
dirawat di rumah sakit dilakukan pelacakan oleh tim investigasi
rumah sakit, sesuai petunjuk tatalaksana kasus di rumah
sakit.
2.
Menetapkan Besarnya Masalah
a.
Analisa dan Penyajian Data
Analisa dan penyajian
data dilakukan oleh rumah sakit, tim SARS di
Kabupaten, Propinsi maupun Nasional. Analisa dilakukan terhadap
semua laporan kasus atau informasi yang diterima dari rumah
sakit, puskesmas, masyarakat maupun media masa
Analisa data dalam bentuk
:
-
Table (“dummy table”) yang meliputi
: (Format lampir 2)
- Gejala klinis termasuk hasil pemeriksaan
laboratorium maupun rontgen thorak
- Riwayat kontak dan riwayat perjalanan terutama
ke daerah terjangkit
- Jumlah kasus suspect, probable, confirm
- Jenis kelamin, umur
- Alamat
- Peta/spot map kasus
b.
Alur Pelaporan
Alur pelaporan kasus SARS lihat lampiran
3.
Pelaporan kasus SARS dilakukan melalui
telepon dan faksimili.
c.
Penyebaran Informasi
Penyebaran informasi tentang data kasus
SARS hanya dapat dikeluarkan oleh Bapak Menteri Kesehatan
melalui Bapak Dirjen PPM-PL, Staf Ahli Menteri Bidang Epidemiologi
atau Humas Menteri Kesehatan.
|