Infeksi
>> Pentaloka


Direktur Jenderal PPM - PL
Halaman Utama
Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial
Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease
Informasi Penelitian
Profile RSPI - SS
Dokter - dokter di RSPI - SS
Sejarah RSPI - SS


Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi
Tim Redaksi infeksi.com

 Plasmid - Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease

Kupin - Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial

 
Halaman Utama Informasi mengenai penyakit - penyakit infeksi Informasi mengenai Imunisasi Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease Informasi Penelitian Profile RSPI - SS Dokter - dokter di RSPI - SS Sejarah RSPI - SS  
 
PENTALOKA SARS

     

    TUJUAN UMUM

 Adapun tujuan umum  penanggulangan SARS, yaitu:

  1. Dapat ditemukan kasus sedini mungkin.

  2. Dapat dilakukan tatalaksana kasus.
  3. Dapat dicegah transmisi penyebaran SARS.

 PEDOMAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT SARS

A.     Tujuan 

  1. Identifikasi dini kasus SARS, kontak dan kasus tambahan

  2. Menetapkan besarnya masalah

  3. Identifikasi daerah dan  populasi berisiko tinggi
  4.  Mencegah transmisi di masyarakat
    • Melaksanakan prosedur pengamanan unit pelayanan (petugas, penderita dan   pengunjung ).
    • Penetapan prosedur pengamanan keluarga dan masyarakat
  5. Penyebaran informasi epidemiologi SARS

B.     Sasaran

Semua masyarakat yang mempunyai risiko terjangkit SARS, meliputi :

  • Orang yang baru kembali  dari daerah terjangkit

  • Keluarga penderita

  • Tenaga kesehatan

C.     Langkah-Langkah

1       Identifikasi Dini Kasus SARS

Identifikasi dini kasus SARS dilakukan melalui kegiatan Surveilans di Pelabuhan udara, laut dan darat, Surveilans di Masyarakat, surveilans rumah sakit dan puskesmas,  Surveilans Aktif di Rumah Sakit Khusus merawat SARS dan Surveilans lain  (“Others surveillance”) yang diikuti dengan pelacakan .

a.      Surveilans  Pelabuhan Udara, Darat dan Laut

Menemukan kasus SARS melalui pemantauan di pelabuhan udara, lintas batas darat dan pelabuhan laut. (Lihat pedoman mekanisme pemeriksaan SARS di Pelabuhan udara, Pelabuhan Laut dan Lintas batas).

 b.      Surveilans Masyarakat

Menemukan kasus SARS yang ada di masyarakat  dan memantau kasus SARS berdasarkan laporan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan praktek swasta. Pada daerah berisiko SARS surveilans masyarakat juga dilakukan terhadap kasus pneumonia/ISPA dewasa. Daerah berisiko tinggi SARS dapat tejadi karena besarnya jumlah tenaga kerja yang keluar masuk dari dan ke daerah “affectide area” atau besarnya jumlah tenaga kerja dari daerah tersebut.  Apabila diduga ada  penderita SARS, segera diinformasikan kepada puskesmas, rumah sakit atau ke posko – posko SARS, atau telp. 021-4265974.

c.       Surveilans Rumah Sakit dan Puskesmas

Setiap rumah sakit dan puskesmas selain yang ditetapkan sebagai RS rujukan SARS mungkin saja akan dikunjungi oleh penderita SARS, oleh sebab itu di rumah sakit tersebut tetap harus dilakukan pemantauan. Pemantauan ditujukan terhadap semua kasus pneumonia anak-anak dan dewasa.  Apabila menunjukkan gejala SARS sesuai kriteria yang telah ditetapkan, segera dirujuk ke rumah sakit rujukan penderita SARS. Mekanisme rujukan lihat pedoman tatalaksana kasus dan prosedur pengamanan terhadap petugas kesehatan, keluarga, penderita lain dan pengunjung.

d.      Surveilans Rumah Sakit Khusus Merawat Kasus SARS

Surveilans rumah sakit khusus yang merawat kasus SARS melakukan pemantauan terhadap kasus SARS yang dirawat di rumah sakit, baik kasus Suspect maupun probable.

  • Kontak person di ruangan khusus SARS dengan melakukan pemantauan semua kasus yang masuk ke rumah sakit,  adanya penularan kepada petugas kesehatan, keluarga, penderita yang lain maupun pengunjung. Kesemua ini dicatat dalam formulir pelaporan SARS-RS dan dilaporkan ke Posko SARS Nasional Fax. 021-4266919 dan propinsi.
  • Dinas Kesehatan propinsi (petugas posko SARS propinsi) melakukan pemantauan secara aktif terhadap kemungkinan adanya kasus SARS di RS melalui telepon.
  • Subdit surveilans (petugas posko SARS Nasional) melakukan pemantauan secara aktif melalui melalui telepon terhadap kemungkinan adanya kasus SARS yang dirawat RS.

e.      Surveilans Lain-lain

Yang dimaksud surveilans lain-lain adalah adanya laporan kasus disampaikan oleh mass media, posko SARS yang dibentuk oleh lembaga pemerintah, masyarakat dan  swasta Petugas posko SARS propinsi  maupun Posko SARS Nasional melakukan pencatatan dan konfirmasi setiap adanya laporan penderita SARS yang disampaikan oleh media (koran, televisi, radio, dll), Posko SARS yang dibentuk oleh instansi swasta maupun lembaga masyarakat. Laporan  atau informasi tersebut dicatat dan dilaporkan dalam laporan harian posko.

f.      Identifikasi Kontak, Kasus Tambahan dan Sumber Penularan

Setiap adanya laporan kasus SARS, segera dilakukan identifikasi terhadap kontak, sumber penularan, serta kemungkinan adanya kasus tambahan yang berhubungan dengan penderita.

g.      Pelacakan Kasus SARS

Apabila ada laporan kasus SARS dari masyarakat , RS maupun dari mass media, maka dilakukan pelacakan.

 1)    Tujuan

a)      Identifikasi kebenaran diagnosis SARS

b)      Identifikasi kasus tambahan

c)      Menetapkan besarnya masalah

d)      Menetapkan upaya penanggulangan

§       Penetapan prosedur pengamanan unit pelayanan (petugas, penderita dan pengunjung)

§       Penetapan prosedur pengamanan keluarga dan masyarakat

e)      Menetapkan upaya pencegahan terjadinya perluasan transmisi

2)    Persiapan Sebelum Lapangan

a)      Investigasi dilakukan oleh tim investigasi yang telah ditetapkan dan ditambah bila diperlukan  serta        berkoordinasi dengan tim Prop, Kab/Kota dan Puskesmas.

b)      Persiapan administrasi

c)      Persiapan logistik : masker standar investigasi untuk semua petugas dan untuk penderita serta kontak        lain, alat pemeriksaan  penderita (stetoskop dsb), alat wawancara (formulir isian), dan leaflet serta        brosur SARS untuk keluarga penderita.

d)      Persiapan langkah-langkah investigasi : daftar kegiatan yang akan dilakukan selama di lapangan (satu         lembar saja), beserta formulir wawancara dan pemeriksaan untuk penderita dan untuk kasus         tambahan serta peralatan medik dan laboratorium

3)    Kegiatan Lapangan

a)      Pencegahan Universal Untuk Tim Investigasi

    Sampai dengan saat ini, penderita SARS dapat menjadi sumber penularan, sedangkan etiologi dan pengobatan serta vaksinnya belum ditemukan. Oleh karena itu, satu-satunya cara menghadapi penyakit ini adalah dengan upaya pencegahan. Cara-cara penularan, masa menular dan masa inkubasi penyakit ini serta cara-cara pencegahan perlu dipahami dengan baik.  Sebagian dari penderita SARS di China, Vietnam dan Singapura adalah para petugas kesehatan yang tidak menyadari adanya penularan penyakit  SARS. Hal ini dapat terjadi pada waktu mewawancarai atau memeriksa penderita, terutama pada saat pertamakali menemui penderita sebelum ditetapkan sebagai kasus SARS.

    Masa menular penyakit ini belum jelas, tetapi diperkirakan oleh ahli, masa penularan terjadi saat muncul gejala demam atau batuk. Bagaimanapun juga, petugas sebaiknya menganggap setiap orang yang pernah kontak erat dengan penderita SARS, walaupun tanpa gejala sampai 10 hari sejak kontak, dianggap menjadi sumber penularan dan petugas harus melindungi diri dengan masker standar pada waktu mewawancarainya. Sampai saat ini masih terdapat keraguan tentang jaringan, muntahan dan percikan batuk atau bersin sebagai sumber penularan, oleh karena itu petugas harus menganggap jaringan, muntahan dan percikan batuk atau bersin menjadi sumber penularan virus penyebab SARS.

    Petugas harus mencuci tangan dengan sabun atau alkohol yang cukup setelah memeriksa penderita. Petugas laboratorium harus menggunakan pelindung tangan (gloves) pada waktu bekerja dengan spesimen, termasuk pada waktu pengambilan spesimen darah, pharing atau cabang-cabang paru.

b)      Pelacakan Kasus SARS 

(1) Pelacakan Kasus SARS Di Lapangan

 Langkah-langkah yang dilakukan :

  • Satu orang anggota tim masuk ke rumah dengan menggunakan masker, dan segera menjelaskan rencana kegiatan, masalah SARS, hubungan dengan anggota keluarga yang dicurigai sebagai penderita SARS (belum pasti), risiko penularan kepada anggota keluarga yang lain. Tegaskan bahwa tim akan membantu keluarga ini mencegah berkembangnya penyakit diantara anggota keluarga. Sedapat mungkin penderita diminta tidur di tempat tidur dan mengenakan masker
  • Setelah dipersilakan, maka anggota tim yang lain masuk ke rumah. Gunakan masker pada waktu akan masuk ke rumah penderita
  • Dokter melakukan wawancara dan pemeriksaan medik kepada penderita, dan mengisikan dalam formulir untuk penderita SARS (formulir pemeriksaan terlampir)
  • Dokter harus menetapkan klasifikasi SARS : terkontak SARS, Suspect SARS/probable SARS,  penyakit  pneumonia non SARS atau diagnosis lainnya.
  • Lakukan pengambilan spesimen apabila diperlukan. Ingat prosedur perlindungan diri dan pengamanan spesimen (“universal precaution”)
  •  Apabila terdapat indikasi perawatan, maka penderita dirujuk ke rumah sakit yang telah siap untuk menangani penderita SARS. Pemeriksaan pendukung dilakukan di rumah sakit.
  • Penderita SARS (Suspect dan probable) adalah sangat menular dan harus dirawat sesuai dengan tatalaksana kasus SARS, baik di rumah sakit, di rumah dan di masyarakat untuk mencegah penularan lebih lanjut kepada anggota keluarga yang lain dan masyarakat sekitarnya.
  •  Apabila diantara anggota keluarga ada yang menderita sakit demam atau batuk, dokter harus juga melakukan pemeriksaan serta menetapkan sebagai kasus SARS atau bukan.
  • Tim harus juga menetapkan identitas kontak dan identitas kasus SARS tambahan dengan teliti dengan merekamnya dalam formulir pemeriksaan untuk bahan pelacakan atau penelusuran lebih lanjut. Jika kontak dan kasus tambahan jumlahnya cukup banyak maka harus dibuat dalam daftar terpisah dengan jenis perekaman yang sama.
  •  Sebelum keluar dari rumah penderita, dokter sudah memberikan nasihat kepada penderita dan keluarganya, serta menyerahkan masker dan leaflet/brosur SARS. Nasihat penting adalah : (1) Apabila sakit penderita semakin memberat, maka secepatnya berobat ke rumah sakit; (2) Apabila terdapat anggota keluarga yang lain menderita sakit demam, maka secepatnya berobat ke rumah sakit, (3) Menjaga kebersihan tangan (cuci tangan); (4) Memisahkan penggunaan alat-alat rumah tangga penderita dengan anggota yang lain, termasuk tempat tidur dan kamar mandi; (5) Penggunaan masker; (6) Tidak bekerja, tidak ke tempat-tempat umum dan bertamu, tetapi tetap bermain atau berjemur dalam udara terbuka setiap hari.

    (2) Pelacakan Kontak SARS

    Kontak SARS adalah :           

  •  Orang yang merawat penderita SARS
  •  Orang yang tinggal serumah dengan penderita SARS
  •  Orang yang berhubungan langsung dengan sekresi pernafasan dan cairan tubuh lainnya (urin, tinja, muntah, percikan batuk atau bersin).                 

    Seorang Kontak  walaupun  tidak menunjukkan gejala demam (panas), dalam 10 hari sejak kontak terakhir dengan penderita SARS, maka dilakukan kunjungan oleh tim SARS kabupaten untuk Dilakukan pemeriksaan sesuai petunjuk point (2).

  • Memberikan nasihat kepada kontak tersebut agar melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

-   Menyendiri atau isolasi di rumah.

 -   Tidak bersekolah, tidak bekerja di luar rumah dan tidak mendatangi tempat-tempat umum.

-   Tidak melakukan kegiatan yang  bertatap muka dengan orang lain.

-   Jangan ada orang yang berkunjung ke rumah

-   Mengurangi kontak dekat dengan anggota keluarga yang lain, tetapi apabila kontak tidak dapat    dihindarkan, maka gunakan masker.

-   Menyendirikan ruang tidur, penggunakan alat-alat makan, tempat mencuci  alat makan.

-   Secara teratur memeriksa dan mencatat suhu tubuh, terutama apabila badan terasa demam,    badan tidak enak, atau adanya gangguan pernafasan.

-   Amati munculnya gejala sesuai dengan SARS seperti sakit otot, linu, sakit kepala, pusing,    hilang nafsu makan, lelah, bingung, kemerahan pada kulit, dan diare, serta gejala gangguan    pernafasan.  Gejala gangguan pernafasan batuk, radang tenggorokan dan nafas pendek,    biasanya terjadi setelah gejala awal tersebut.

-   Apabila batuk atau bersin secepatnya tutup mulut dan hidung dengan tissu, atau selalu    menggunakan masker.

- Sedapat mungkin selalu menggunakan masker untuk mengurangi penyebaran kuman    (droplet infeksi)

-   Secara teratur melaporkan perkembangan kesehatannya kepada dokter atau rumah sakit yang    bertanggung jawab dengan pengawasan Kontak Erat SARS melalui telepon. Diskusikan    segala sesuatu yang berhubungan dengan penyakit SARS.

(3)    Pelacakan Terhadap  Penderita Suspect SARS  Yang  Dipulangkan Karena Sembuh

Untuk kasus suspect  SARS yang telah diobservasi di RS dan kemudian dipulangkan karena tidak diduga sebagai penderita SARS, maka kasus ini tetap dikunjungi oleh tim investigasi Kabupaten.  Tim investigasi memantau dan meminta penderita dan keluarganya untuk memantau kemungkinan adanya timbul gejala SARS pada penderita maupun keluarga selama 14 hari setelah keluar dari RS 

(4)    Pelacakan Kasus SARS Yang Sedang Dirawat di Rrumah Sakit

Kasus SARS atau suspect SARS yang sedang  dirawat di rumah sakit dilakukan pelacakan oleh tim investigasi rumah sakit, sesuai petunjuk tatalaksana kasus di rumah sakit.

2.     Menetapkan Besarnya Masalah

    •  Menetapkan besarnya masalah dilakukan dengan membuat rangkuman kasus-kasus yang ada dan  membuat hubungan dengan kasus lainnya.
    • Menetapkan kemungkinan terjadinya lokal transmisi.
    • Menetapkan risiko kemungkinan penularan terhadap tenaga kesehatan, anggota keluarga lain maupun masyarakat (sekolah, tempat bekerja, dan kelompok masyarakat lainnya).

    a.      Analisa dan Penyajian Data

     Analisa dan penyajian data dilakukan oleh rumah sakit,  tim SARS di  Kabupaten, Propinsi maupun Nasional. Analisa dilakukan terhadap semua laporan kasus atau informasi yang diterima dari rumah sakit, puskesmas, masyarakat maupun media masa

    Analisa data dalam bentuk :

    •    Table (“dummy table”) yang meliputi : (Format lampir 2)
    •   Gejala klinis termasuk hasil pemeriksaan laboratorium maupun rontgen thorak
    •   Riwayat kontak dan riwayat perjalanan terutama ke daerah terjangkit
    •   Jumlah kasus suspect, probable, confirm
    •   Jenis kelamin, umur
    •   Alamat
    •   Peta/spot map kasus

    b.      Alur Pelaporan

    Alur pelaporan kasus SARS lihat lampiran 3.

    Pelaporan kasus SARS dilakukan melalui telepon dan faksimili.

    c.       Penyebaran Informasi

    Penyebaran informasi tentang data kasus SARS hanya dapat dikeluarkan oleh Bapak Menteri Kesehatan melalui Bapak Dirjen PPM-PL, Staf Ahli Menteri Bidang Epidemiologi atau Humas Menteri Kesehatan.

 



 



 

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com


Situs Indonesia Sehat [ www.infokes.com ]

Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jkt


Situs Santakin [ www.santakin.com ]

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com

 

UTAMA  |  PENYAKIT  |  IMUNISASI  |  KUPIN  |  PLASMID  |  PENELITIAN  |  PROFILE  |  S D M  |  SEJARAH  |  RSPNPI-SS  |  REDAKSI