Infeksi
>> Penyakit


Direktur Jenderal PPM - PL
Halaman Utama
Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial
Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease
Informasi Penelitian
Profile RSPI - SS
Dokter - dokter di RSPI - SS
Sejarah RSPI - SS


Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi
Tim Redaksi infeksi.com

 Plasmid - Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease

Kupin - Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial


 
Halaman Utama Informasi mengenai penyakit - penyakit infeksi Informasi mengenai Imunisasi Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease Informasi Penelitian Profile RSPI - SS Dokter - dokter di RSPI - SS Sejarah RSPI - SS  
   
 

FLU BURUNG

 
 

Balivet Produksi Vaksin Flu Burung


JAKARTA -- Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Departemen Pertanian menyatakan siap memproduksi vaksin flu burung atau avian influenza (AI) sebanyak 500 ribu dosis per bulan.
Kepala Balitvet, Darminto, ketika menerima kunjungan Menteri Pertanian di Balitvet Bogor, Rabu, menyatakan dengan penambahan fasilitas baru sebenarnya pihaknya mampu memproduksi vaksin AI sebanyak dua hingga empat juta dosis per bulan. ''Namun, dengan fasilitas yang ada saat ini kita bisa menghasilkan 500 ribu dosis per bulan dan ini yang akan diutamakan terlebih dahulu,'' katanya.
Sebagai instansi yang tidak diizinkan melakukan bisnis, tambahnya, Balitvet nantinya hanya akan memproduksi biang vaksin AI sedangkan untuk memproduksi secara massal diserahkan kepada pihak swasta. Menteri Pertanian Bungaran Saragih menyatakan selama ini dari produksi vaksin dalam negeri yang dihasilkan tiga perusahaan PT Pusvetma, PT Vaksindo, dan PT Medion masih terjadi kekurangan sebanyak 300 juta dosis.
Bungaran menyatakan, pada Februari 2004, akan diproduksi sebanyak 50 juta dosis dan sampai Juli diharapkan setiap bulannya mampu dihasilkan vaksin AI 120 juta dosis. Dalam kesempatan itu Mentan juga meminta Balitvet untuk memfokuskan pada produksi biang vaksin AI sementara produksi secara massal diserahkan kepada swasta dengan penjualan hak paten.
''Memproduksi vaksin itu mudah, tapi menjualnya susah jadi Balitvet nantinya hanya menghasilkan biang vaksin yang kemudian dijual ke swasta,'' katanya. Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Peternakan, Kusumo Dwiyanto, menyatakan pihaknya saat ini belum bisa memproduksi vaksin tersebut karena masih harus menunggu izin dari Ditjen Bina Produksi Peternakan. ''Untuk memproduksi vaksin tidak bisa dilakukan secara gegabah oleh karena itu kami tidak bisa buru-buru,'' katanya.

 
 

INFORMASI TENTANG FLU-BURUNG

1. Apa yang disebut Flu-Burung ?

Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza H5N1 (H=Haemaglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.

2. Bagaimana gejala klinisnya apabila menyerang manusia ?

Yang harus diwaspadai adalah

  1. Apabila seseorang bekerja di laboratorium yang memproses sample dari pasien atau binatang yang terinfeksi atau
  2. Satu minggu yang lalu bekerja atau mengunjungi peternakan/tempat penyembelihan ayam/unggas di daeah yang terjangkit atau
  3. Kontak dengan penderita Flu Burung HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) atau lebih spesifik virus H5N1 pada saat penyakit itu mudah menular dan kemudian menderita penyakit dengan gejala : panas lebih dari 38 derajat celcius, batuk, dan sakit tenggorokan. Pasien seperti ini oleh WHO disebut Possible case of Influenza A (H5N1).
    Keadaan itu dapat menjadi semakin berat jika timbul pneumonia (radang paru)
    dan menyebabkan angka kematian yang tinggi (Tahun 1997 di Hongkong angka kematiannya 33,33% , atau 6 dari 18 kasus).

3. Berapa lama masa inkubasinya ? Dan apabila mengenai manusia berapa lama masa infeksiusnya ?

    1. Masa inkubasinya sangat singkat yaitu 1 – 3 hari,
    2. Meskipun belum terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia , masa infeksiusnya (masa dimana penderita Avian Flu H5N1 diperkirakan mampu menularkan virus) adalah 1 hari sebelum tampak gejala dan 3-5 hari setelah tampak gejalanya dengan maksimum 7 hari (tetapi ada kepustakaan yang menyebutkan sampai 21 hari pada anak-anak).

4. Apakah penyakit itu menular dari menusia ke manusia seperti SARS ?

Sampai saat ini penularan dari manusia ke manusia belum terbukti. Penularan yang terjadi adalah dari burung/unggas/ayam yang terjangkit Flu-Burung ke manusia melalui kotoran atau sekreta burung yang mencemari udara dan tangan penjamah

5. Siapa yang paling berisiko tinggi tertular Flu Burung ?

Mereka yang risiko tinggi adalah pekerja peternakan, penjual dan penjamah produk peternakan unggas/burung/ ayam yang terjangkit infeksi Avian Flu. Pekerja laboratorium yang meneliti penyakit tersebut juga berisiko tinggi tertular.

6. Bagaimana pencegahannya ?

Rekomendasi sementara untuk pencegahan bagi mereka yang terlibat dalam peternakan/penyembelihan unggas/burung/ayam secara masal terutama di daerah terjangkit yang dikeluarkan oleh WHO/WPRO Manila 14 Januari 2004 intinya adalah sbb :

  1. Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%)
  2. Gunakan alat pelindung perorangan seperti masker, kaca mata pelindung, sepatu pelindung dan baju pelindung pada waktu melaksanakan tugas
  3. Mereka yang terpajan dengan unggas/burung/ayam yang diduga terjangkit sebaiknya dilakukan vaksinasi dengan vaksin influenza manusia yang dianjurkan oleh WHO dalam rangka mencegah infeksi campuran Flu-Manusia dengan Flu-Burung , yang kemungkinan dapat menyebabkan jenis virus Flu-Burung baru yang dapat menginfeksi manusia.
  4. Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan). Orang berisiko tinggi terkena influenza yaitu mereka yang berusia lebih 60 tahun , atau berpenyakit paru dan jantung kronis tidak boleh bekerja di peternakan unggas/burung/ayam.
  5. Lakukan survei serologis pada mereka yang terpajan termasuk kepada dokter-hewan
  6. Jika terdapat risiko untuk menghirup udara yang tercemar di peternakan /tempat penyembelihan yang terjangkit , diajurkan pencegahan dengan obat antiviral (antara lain dengan Oseltamivir 75 mg/ kapsul 1 kali 1 kapsul sehari selama 7 hari).
  7. Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan dan mengisolasi virus penyebabnya : Kirimkan spesimen darah dan alat-alat dalam (usus, hati, hapusan hidung dan mulut, trachea, paru, limpa, ginjal, otak dan jantung) binatang yang diduga terjangkit penyakit itu (termasuk babi) ke laboratorium yang berwenang.

INFORMASI TENTANG PENYEBARAN FLU-BURUNG

Penyebaran flu burung : Flu burung/ Avian influenza telah menyebar di 10 negara yaitu Vietnam, Kamboja, Taiwan, Jepang, Cina, Pakistan, Laos, Thailand, Korea selatan dan Indonesia. Di Indonesia Flu burung telah menyebar di 10 propinsi : Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sejauh ini belum ditemukan manusia yang tertular flu burung di Indonesia.

Kelompok rentan terhadap Flu burung:

  • Unggas: ayam, bebek, angsa, entog, burung puyuh, burung unta, merpati dan burung migran/liar lainnya
  • Mamalia: babi, anjing, kucing, kuda, kambing dll
  • Manusia

    Ketahanan : mahluk yang berhasil bertahan hidup setelah terinfeksi flu burung akan memiliki kekebalan selama 1-2 tahun, tetapi tidak kebal terhadap virus flu burung sub type/type lainnya.

Gejala Flu burung pada unggas:

- Sayap jatuh
- Susah bernapas
- Terdengar suara “ HEK HEK “
- Kaki berbintik merah/ptechie
- Bila dibelah terlihat ptechie pada tembolok
- Tidak bertelur lagi

Diagnosis :

I. Pada Unggas:
- Gejala klinis
- Spesimen usap ( rectal, trakea dan nasal) dimasukkan larutan Hank dan darah/ serum , dikirim ke BALITVET Bogor
II. Pada Manusia
- Gejala klinis
- Spesimen Usap dari tonsil, pharynx, pallatum molle, aspirasi nasal, bilas nasal, bilas bronkus ( dengan BAL) yang dimasukkan larutan Hank dan 2 mL serum/darah untuk uji serologi. Spesimen dapat diperiksa di LITBANGKES atau BALITVET Bogor

Diagnosis :
1. Haemagglutination (HA test)
2. ELISA
3. PCR ( Polymerase Chain Reaction)
4. Immuno diffusion
5. Immunofluorescence test (IFT)
6. Cell culture pada primary cell ginjal kera
7. Electron Microscope

Kriteria diagnosis:
Kesepakatan sosialisasi Flu Burung di Dinas Kesehatan DKI:

  1. Adanya gejala klinis dan riwayat kontak di Peternakan yang telah dikonfirmasi terkena H5N1
  2. Confirmed : Bila diagnosis suspek ditambah hasil kultur virus H5N1 positip atau kenaikan titer antibodi 4 kali atau lebih (paired sera)

    Penanganan kasus dilakukan di puskesmas atau rumah sakit di DKI, untuk kasus Confirmed dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso

HOTLINE SERVICE:
DEPKES/ P2MPL: 4247573
4247608 pesawat 151

Pencegahan penularan flu burung:

  • Vaksinasi unggas/ayam yang sehat
  • Unggas yang terkena dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur setelah disemprot desinfektan terlebih dahulu.
  • Penngunaan pakaian pelindung, pelindung mata dan sepatu boot terhadap petugas yang kontak dengan unggas/spesimen.
  • Pembatasan orang yang keluar masuk peternakan.
  • Sepatu orang dan roda kendaraan yang keluar masuk peternakan harus disemprot dengan cairan desinfektan
  • Pemberian vaksin influenza pada petugas/kelompok risiko agar tidak terinfeksi 2 virus influenza yang akan melemahkan daya tahan tubuhnya dan juga mungkin mencegah mutasi virus H5N1 sehingga mampu melakukan penularan antar manusia
  • Pengawasan lalu lintas unggas
  • Penerapan biosekuriti
  • Sosialisasi gejala flu burung pada unggas dan manusia serta cara pencegahannya.

Dari berbagai sumber
WHO : Avian Influenza-Fact Sheet 15 January 2004
Draft Case-Definitions Influenza A/H5N1

 
 
 
 

 

ANTHRAX  | DIARE  | DHF/DBD  |   D. CHIKUNGUYA | FILARIASIS   | FLU BURUNG |   HEPATITIS  | HIV/AIDS  |   J. ENCEPHALITIS  | LEPTOSPIRA | MALARIA  | NAPZA   | PNEUMONIA  |  SAPI GILA | SARS  |  TUBERKULOSIS |  TOXOPLASMOSIS EPILEPSI


 

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com


Situs Indonesia Sehat [ www.infokes.com ]

Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jkt


Situs Santakin [ www.santakin.com ]

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com

 

UTAMA  |  PENYAKIT  |  IMUNISASI  |  KUPIN  |  PLASMID  |  PENELITIAN  |  PROFILE  |  S D M  |  SEJARAH  |  RSPNPI-SS  |  REDAKSI