| |
Balivet
Produksi Vaksin Flu Burung
JAKARTA -- Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Departemen Pertanian
menyatakan siap memproduksi vaksin flu burung atau avian influenza
(AI) sebanyak 500 ribu dosis per bulan.
Kepala Balitvet, Darminto, ketika menerima kunjungan Menteri Pertanian
di Balitvet Bogor, Rabu, menyatakan dengan penambahan fasilitas
baru sebenarnya pihaknya mampu memproduksi vaksin AI sebanyak dua
hingga empat juta dosis per bulan. ''Namun, dengan fasilitas yang
ada saat ini kita bisa menghasilkan 500 ribu dosis per bulan dan
ini yang akan diutamakan terlebih dahulu,'' katanya.
Sebagai instansi yang tidak diizinkan melakukan bisnis, tambahnya,
Balitvet nantinya hanya akan memproduksi biang vaksin AI sedangkan
untuk memproduksi secara massal diserahkan kepada pihak swasta.
Menteri Pertanian Bungaran Saragih menyatakan selama ini dari produksi
vaksin dalam negeri yang dihasilkan tiga perusahaan PT Pusvetma,
PT Vaksindo, dan PT Medion masih terjadi kekurangan sebanyak 300
juta dosis.
Bungaran menyatakan, pada Februari 2004, akan diproduksi sebanyak
50 juta dosis dan sampai Juli diharapkan setiap bulannya mampu dihasilkan
vaksin AI 120 juta dosis. Dalam kesempatan itu Mentan juga meminta
Balitvet untuk memfokuskan pada produksi biang vaksin AI sementara
produksi secara massal diserahkan kepada swasta dengan penjualan
hak paten.
''Memproduksi vaksin itu mudah, tapi menjualnya susah jadi Balitvet
nantinya hanya menghasilkan biang vaksin yang kemudian dijual ke
swasta,'' katanya. Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Peternakan,
Kusumo Dwiyanto, menyatakan pihaknya saat ini belum bisa memproduksi
vaksin tersebut karena masih harus menunggu izin dari Ditjen Bina
Produksi Peternakan. ''Untuk memproduksi vaksin tidak bisa dilakukan
secara gegabah oleh karena itu kami tidak bisa buru-buru,'' katanya.
|
|
| |
INFORMASI TENTANG FLU-BURUNG
1. Apa yang disebut Flu-Burung ?
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu
tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza
H5N1 (H=Haemaglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular
dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung
ke manusia.
2. Bagaimana gejala klinisnya apabila menyerang
manusia ?
Yang harus diwaspadai adalah
-
Apabila seseorang bekerja di laboratorium
yang memproses sample dari pasien atau binatang yang terinfeksi
atau
-
Satu minggu yang lalu bekerja atau mengunjungi
peternakan/tempat penyembelihan ayam/unggas di daeah yang
terjangkit atau
-
Kontak dengan penderita Flu Burung HPAI
(Highly Pathogenic Avian Influenza) atau lebih spesifik virus
H5N1 pada saat penyakit itu mudah menular dan kemudian menderita
penyakit dengan gejala : panas lebih dari 38 derajat celcius,
batuk, dan sakit tenggorokan. Pasien seperti ini oleh WHO
disebut Possible case of Influenza A (H5N1).
Keadaan itu dapat menjadi semakin berat jika timbul pneumonia
(radang paru)
dan menyebabkan angka kematian yang tinggi (Tahun 1997 di
Hongkong angka kematiannya 33,33% , atau 6 dari 18 kasus).
3. Berapa lama masa inkubasinya ? Dan apabila
mengenai manusia berapa lama masa infeksiusnya ?
-
Masa inkubasinya sangat singkat yaitu
1 – 3 hari,
-
Meskipun belum terbukti adanya penularan
dari manusia ke manusia , masa infeksiusnya (masa dimana penderita
Avian Flu H5N1 diperkirakan mampu menularkan virus) adalah
1 hari sebelum tampak gejala dan 3-5 hari setelah tampak gejalanya
dengan maksimum 7 hari (tetapi ada kepustakaan yang menyebutkan
sampai 21 hari pada anak-anak).
4. Apakah penyakit itu menular dari menusia
ke manusia seperti SARS ?
Sampai saat ini penularan dari manusia ke manusia
belum terbukti. Penularan yang terjadi adalah dari burung/unggas/ayam
yang terjangkit Flu-Burung ke manusia melalui kotoran atau sekreta
burung yang mencemari udara dan tangan penjamah
5. Siapa yang paling berisiko tinggi tertular
Flu Burung ?
Mereka yang risiko tinggi adalah pekerja peternakan,
penjual dan penjamah produk peternakan unggas/burung/ ayam yang
terjangkit infeksi Avian Flu. Pekerja laboratorium yang meneliti
penyakit tersebut juga berisiko tinggi tertular.
6. Bagaimana pencegahannya ?
Rekomendasi sementara untuk pencegahan bagi mereka
yang terlibat dalam peternakan/penyembelihan unggas/burung/ayam
secara masal terutama di daerah terjangkit yang dikeluarkan oleh
WHO/WPRO Manila 14 Januari 2004 intinya adalah sbb :
-
Basuh tangan sesering mungkin, penjamah
sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol
70%)
-
Gunakan alat pelindung perorangan seperti
masker, kaca mata pelindung, sepatu pelindung dan baju pelindung
pada waktu melaksanakan tugas
-
Mereka yang terpajan dengan unggas/burung/ayam
yang diduga terjangkit sebaiknya dilakukan vaksinasi dengan
vaksin influenza manusia yang dianjurkan oleh WHO dalam rangka
mencegah infeksi campuran Flu-Manusia dengan Flu-Burung ,
yang kemungkinan dapat menyebabkan jenis virus Flu-Burung
baru yang dapat menginfeksi manusia.
-
Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan
mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan
seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan). Orang berisiko
tinggi terkena influenza yaitu mereka yang berusia lebih 60
tahun , atau berpenyakit paru dan jantung kronis tidak boleh
bekerja di peternakan unggas/burung/ayam.
-
Lakukan survei serologis pada mereka yang
terpajan termasuk kepada dokter-hewan
-
Jika terdapat risiko untuk menghirup udara
yang tercemar di peternakan /tempat penyembelihan yang terjangkit
, diajurkan pencegahan dengan obat antiviral (antara lain
dengan Oseltamivir 75 mg/ kapsul 1 kali 1 kapsul sehari selama
7 hari).
-
Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan
dan mengisolasi virus penyebabnya : Kirimkan spesimen darah
dan alat-alat dalam (usus, hati, hapusan hidung dan mulut,
trachea, paru, limpa, ginjal, otak dan jantung) binatang yang
diduga terjangkit penyakit itu (termasuk babi) ke laboratorium
yang berwenang.
INFORMASI
TENTANG PENYEBARAN FLU-BURUNG
Penyebaran flu burung : Flu burung/ Avian influenza
telah menyebar di 10 negara yaitu Vietnam, Kamboja, Taiwan, Jepang,
Cina, Pakistan, Laos, Thailand, Korea selatan dan Indonesia. Di
Indonesia Flu burung telah menyebar di 10 propinsi : Lampung,
Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa
Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah dan Kalimantan
Selatan. Sejauh ini belum ditemukan manusia yang tertular flu
burung di Indonesia.
Kelompok rentan terhadap Flu burung:
 |
Gejala Flu burung pada unggas:
- Sayap jatuh
- Susah bernapas
- Terdengar suara “ HEK HEK “
- Kaki berbintik merah/ptechie
- Bila dibelah terlihat ptechie pada tembolok
- Tidak bertelur lagi
|
Diagnosis :
I. Pada Unggas:
- Gejala klinis
- Spesimen usap ( rectal, trakea dan nasal) dimasukkan larutan Hank
dan darah/ serum , dikirim ke BALITVET Bogor
II. Pada Manusia
- Gejala klinis
- Spesimen Usap dari tonsil, pharynx, pallatum molle, aspirasi nasal,
bilas nasal, bilas bronkus ( dengan BAL) yang dimasukkan larutan
Hank dan 2 mL serum/darah untuk uji serologi. Spesimen dapat diperiksa
di LITBANGKES atau BALITVET Bogor
Diagnosis :
1. Haemagglutination (HA test)
2. ELISA
3. PCR ( Polymerase Chain Reaction)
4. Immuno diffusion
5. Immunofluorescence test (IFT)
6. Cell culture pada primary cell ginjal kera
7. Electron Microscope
Kriteria diagnosis:
Kesepakatan sosialisasi Flu Burung di Dinas Kesehatan DKI:
- Adanya gejala klinis dan riwayat kontak di Peternakan yang
telah dikonfirmasi terkena H5N1
- Confirmed : Bila diagnosis suspek ditambah hasil kultur virus
H5N1 positip atau kenaikan titer antibodi 4 kali atau lebih (paired
sera)
Penanganan kasus dilakukan di puskesmas atau
rumah sakit di DKI, untuk kasus Confirmed dirujuk ke RSPI Sulianti
Saroso
HOTLINE SERVICE:
DEPKES/ P2MPL: 4247573
4247608 pesawat 151
Pencegahan penularan flu burung:
- Vaksinasi unggas/ayam yang sehat
- Unggas yang terkena dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur
setelah disemprot desinfektan terlebih dahulu.
- Penngunaan pakaian pelindung, pelindung mata dan sepatu boot
terhadap petugas yang kontak dengan unggas/spesimen.
- Pembatasan orang yang keluar masuk peternakan.
- Sepatu orang dan roda kendaraan yang keluar masuk peternakan
harus disemprot dengan cairan desinfektan
- Pemberian vaksin influenza pada petugas/kelompok risiko agar
tidak terinfeksi 2 virus influenza yang akan melemahkan daya tahan
tubuhnya dan juga mungkin mencegah mutasi virus H5N1 sehingga
mampu melakukan penularan antar manusia
- Pengawasan lalu lintas unggas
- Penerapan biosekuriti
- Sosialisasi gejala flu burung pada unggas dan manusia serta
cara pencegahannya.
Dari berbagai sumber
WHO : Avian Influenza-Fact Sheet 15 January 2004
Draft Case-Definitions Influenza A/H5N1 |
|