|
| |
|
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
| |
|
|
| |
FLU BURUNG
|
|
| |
Flu Burung Yang Berbahaya
I.Pengertian, kejadian penyakit dan ciri epidemi flu burung
yang berbahaya
Flu burung dan flu burung yang berbahaya
Flu burung adalah penyakit menular di kalangan
burung dan unggas akibat virus influenza avian. Setelah tertular
virus flu burung, penderita menunjukkan gejala penyakit saluran
pernapasan derajat ringan, serta gejala penyakit saluran pencernaan,
tingkat kematian agak rendah; atau menunjukkan gejala penyakit
seluruh badan yang agak serius, perdarahan dan keracunan darah,
tingkat kematian agak tinggi. Perbedaan gejala penyakit itu terutama
tergantung tipe toksitik flu burung.
Berdasarkan bedanya penyebab penyakit flu burung, flu burung dapat
dibagi menjadi flu burung yang berbahaya, flu burung yang rendah
bahayanya dan flu burung yang tidak berbahaya. Flu burung akibat
tipe serum H5N1 di dalam dan luar negeri baru-baru ini adalah
flu burung yang berbahaya, tingkat kejadian penyakit dan tingkat
kematian sangat tinggi dan sangat berbahaya.
Berapa lama masa inkubasi flu burung yang berbahaya? Apakah
selama masa inkubasi bisa menular?
Masa inkubasi flu burung dari beberapa jam sampai
beberapa hari, paling panjang 21 hari. Panjang masa inkubasi terpengaruh
oleh banyak faktor, antara lain tingkat toksitis virus, jumlah
ketularan, daya tahan tubuh unggas, usia dan jenis unggas serta
kondisi pemeliharaan ternak unggas, keadaan gizi dan kebersihan
lingkungannya, dan apakah ada pengaruh kondisi pemicu. Masa inkubasi
flu burung yang berbahaya pendek, kejadian penyakit sangat drastis,
tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi.
Dalam masa inkubasi ada kemungkinan menular.
Cara penyebaran flu burung
Cara penyebaran flu burung ada dua macam: kontak
langsung antara unggas sakit dan unggas sehat, atau kontak tidak
langsung melalui polutan virus. Virus flu burung terdapat dalam
saluran pencernaan, saluran pernapasan dan jaringan tubuh dan
organ unggas sakit dan unggas tertular. Maka virus dapat terbuang
melalui sekresi mata, hidung dan mulut serta kotoran. Benda yang
tercemar oleh sekresi, kotoran dan mayat unggas yang mengandung
virus flu burung, seperti pakan ternak, air minum, kandang ayam,
udara, kurungan, alat pemeliharaan dan peternakan, kendaraan angkutan,
serangga dan berbagai macam burung pembawa virus dapat menyebarkannya
secara mekanik. Unggas sehat dapat kejangkitan penyakit apabila
tertular melalui saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
Gejala klinis flu burung yang berbahaya dan perbedaannya
dengan penyakit newcastle
Flu burung akut tidak mempunyai gejala klinis
tertentu, dalam waktu singkat menunjukkan gejala tidak mempunyai
nafsu makan sama sekali, suhu badan naik drastis, semangat sangat
lesu, diiringi kematian dalam jumlah besar. Ada perbedaan nyata
antara infeksi virus newcastle dan flu burung pada ayam. Jenis
virus keduanya berbeda. Flu burung tergolong orthomyxovirus (influenza
virus), sedang newcastle tergolong paramyxoviridae. Tertular virus
newcastle pada stadium dini menunjukkan gejala klinis tipikal:
masa inkubasi agak panjang, ada gejala penyakit saluran pernapasan,
menceret, nafsu makan berkurang, semangat lesu, pada stadium akhir
menunjukkan gejala penyakit saraf.
Ciri epidemi flu burung yang berbahaya
Virus flu burung yang berbahaya agak mirip dengan
virus flu biasa, dapat menjalar sepanjang tahun, namun lebih mudah
menjalar pada musim dingin dan musim semi, karena virus flu burung
memiliki dayathan relatif kuat dalam kondisi suhu rendah. Unggas
dari berbagai jenis dan usia dapat tertular flu burung yang berbahaya,
cepat kejadian penyakit dan penyebarannya, tingkat kematian dapat
mencapai 100 persen.
Keterkaitan antara flu burung yang berbahaya dengan usia,
jenis kelamin dan varitas unggas
Banyak jenis unggas antara lain ayam, kalkun,
puyuh, itik, angsa dsb. Dapat tertular dan terjadi penyakit, namun
lebih banyak dijumpai dalam kelompok ayam, kalkun, itik dan angsa,
di antaranya kalkun dan ayam paling mudah tertular, tingkat kejadian
penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi. Itik, angsa dan unggas
air lainnya relatif rendah tingkat ketularannya, namun dapat membawa
virus atau tertular secara laten, kadang kala juga mengalami kematian
dalam jumlah besar. Ayam dan kalkun dari berbagai usia dapat tertular
dan mati, sedang untuk unggas air, tingkat kematian pada anak
itik dan anak angsa relatif tinggi. Belum ditemukan ada kaitan
antara kejangkitan flu burung yang berbahaya dan jenis kelamin
unggas.
Dapatkah flu burung yang berbahaya menular melalui telur?
Flu burung yang berbahaya dapat berjangkit sepanjang
tahun, lebih-lebih pada musim dingin dan musim semi, terutama
karena:
-
Virus flu relatif peka terhadap suhu.
Seiring dengan meningkatnya suhu lingkungan, masa hidup virus
menjadi pendek. Selain itu, intensitas penyinaran matahari
pada musim panas dan musim gugur relatif tinggi, sinar lembayung
dalam sinar matahari mempunyai daya pembunuh yang kuat terhadap
virus.
-
Peredaran udara pada sarang unggas di
musim panas dan musim gugur jauh lebih tinggi dibanding musim
dingin dan musim semi sehingga dapat sangat mengurangi jumlah
virus dalam lingkungan kandang ayam. Maka, kesempatan dan
jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh ayam sangat berkurang,
maka tingkat infeksi berkurang. Sementara itu, peredaran udara
yang baik juga mengurangi rangsangan udara buruk terhadap
selaput lendir saluran pernapasan ayam, ini mempunyai arti
penting untuk menjaga daya tahan selaput lendir saluran pernapasan
terhadap penyakit.
|
|
| |
II. Pencegahan dan Pengendalian Flu Burung
Yang Berbahaya
Adakah vaksin pencegah flu burung yang berbahaya?
Tiongkok telah berhasil membuat vaksin untuk
mencegah flu burung yang berbahaya H5N1. Peternakan di luar daerah
epidemi harus tepat pada waktunya melakukan vaksinasi untuk mencegah
terjadinya epidemi flu burung.
Perlukah flu burung yang berbahaya diobati?
Ketika berjangkit flu burung yang berbahaya
di kalangan unggas, kini masih belum ada cara pengobatan yang
efektif karena sangat cepat penyakit terjadi, tingkat kejadian
penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi. Berdasarkan ketentuan
pemerintah, apabila dikonfirmasi sebagai flu burung yang berbahaya,
semua unggas dalam radius tiga km harus segera dimusnahkan dan
ditanam dalam-dalam, kotorannya harus diproses sehingga tidak
membahakan. Dengan demikian, dapat dengan secepatnya memberantas
epidemi dan sumber penularan, mengurangi kerugian ekonomi. Ini
adalah salah satu cara efektif untuk memberantas flu burung.
Sterilisasi kandang unggas flu burung yang berbahaya,
polutan dan lingkungannya
Virus flu burung dapat mencemari kandang, alat
kandang, alasan dsb melalui kotoran dan sekresi hidung unggas
yang tertular. Virus flu burung relatif peka terhadap obat pembersih
dan panas. Ketika melakukan sterilisasi atas kandang, harus membersihkan
polutan dengan obat pembersih, kemudian mensuci hamakan dengan
larutan hipoklorida sodium, akhirnya menggunakan formalin dan
diasap dengan potassium permanganate. Alat kandang yang terbuat
dari besi dapat disteril dengan dibakar. Berhubung kandungan virus
dalam kotoran sangat tinggi, maka perlu sangat hati-hati ketika
memrosesnya. Kotoran dan alasan harus ditanam. Alat yang digunakan
untuk memroses kotoran dan alasan harus disteril dengan soda api
atau obat steril lainnya.
Obat steril apa saja dapat membunuh virus flu burung?
Bagaimana cara penggunaannya?
Virus flu burung mempunyai daya hidup relatif
rendah dalam lingkungan terbuka. Asalkan cara sterilisasi dilakukan
secara tepat, virus dalam lingkungan dapat dibunuh dengan menggunakan
obat steril yang sering digunakan dalam praktek peternakan unggas,
seperti aldehyde, obat steril yang mengandung klorida, phenol,
oksidan, soda dsb. Dalam lingkungan kandang peternakan, obat-obat
steril berikut relatif efektif:
-
Jenis aldehyde: formaldehyde, polyformaldehyde
dsb. Di antaranya penguapan dengan formaldehyde paling sering
digunakan. Untuk kandang yang tertutup rapat digunakan 7 sampai
21 g potassium permanganate ditambah 14 sampai 42 ml formalin
untuk per kubik. Ketika melakukan sterilisasi penguapan, suhu
ruangan harus tidak lebih rendah dari 15 derajat Celsius,
kelengasan relatif 60 sampai 80 persen. Bejana diisi dulu
dengan potassium permanganate, ditambah larutan formalin,
pintu dan jendela ditutup rapat selama 7 jam, akan tercapai
tujuan sterilisasi. Setelah itu pintu dan jendela dibuka agar
udara segar masuk dan menghilangkan bau tidak sedap.
-
Hasil sterilisasi obat steril yang mengandung
klorida tergantung kandungan kloridanya, makin tinggi kandungannya,
daya sterilnya makin kuat, termasuk obat steril yang mengandung
klorida anorganik dan organik. Dapat digunakan larutan kaporit
5% untuk menyemprot kandang dan kerangka sarang, tempat pakan
dan kendaraan. Hipoklorida sodium dapat dengan cepat membunuh
virus dan tidak menimbulkan residu atau bau tidak sedap, maka
sering digunakan untuk sterilisasi alat-alat dan meja kerja
di pabrik makanan dan penjagalan serta pengolahan daging.
-
Preparat soda atara lain soda kostik dll,
untuk sterilisasi kebanyakan digunakan cairan soda yang mengandung
94% soda kostik, ketika digunakan dipanasi dan ditambah air
menjadi larutan 1% sampai 2%, digunakan untuk mensuci hamakan
lantai, dinding, tempat bergerak dan kotoran di kandang ayam,
juga digunakan untuk penyembelihan ayam, pabrik pengolah makanan
serta untuk steril kendaraan dan perahu angkutan. Setelah
6 sampai 12 jam obat disemprotkan, dibersihkan dengan air
bersih.
Akankah pemeliharaan ayam, bebek, angsa dan babi secara
campuran mengakibatkan flu burung berbahaya ?
Unggas tidak seharusnya dipelihara campur dengan
babi, karena virus flu unggas dapat menular kepada babi, sedangkan
virus flu manusia juga dapat menular kepada babi. Berhubung virus
influenza mempunyai 8 keping asam nukleat yang berbeda, maka ketika
dua jenis partikel virus yang berbeda itu bersama-sama menulari
satu sel, keping asam nukleat itu akan bergabung dan tersusun
kembali dengan melahirkan partikel virus influenza tipe baru.
Partikel virus influenza tipe baru itu sering kali menjadi epidemi
di kalangan manusia dan sangat membahayakan.
Selain itu, ayam juga tidak seharusnya diternakkan
bersama unggas air seperti bebek dan angsa, karena tingkat pembawaan
berbagai subtipe virus influenza pada unggas air sangat tinggi,
ada yang tidak menunjukkan gejala klinis apapun, virus yang terkandung
dalam kotorannya setelah menular kepada ayam dapat mengakibatkan
terjadi dan berjangkitnya flu burung, sehingga menimbulkan kerugian
ekonomi yang sangat besar.
Apakah pengintensifan pengelolaan peternakan unggas berguna
bagi pencegahan flu burung ?
Pengintensifan pengelolaan peternakan adalah
prasyarat bagi pencegahan semua penyakit menular binatang. Hanya
dengan pengelolaan yang baik baru dapat menjamin unggas berada
dalam kondisi pertumbuhan yang terbaik dan mempunyai daya tahan
yang baik terhadap penyakit. Ditinjau dari segi pengendalian flu
burung, perlu mempertimbangkan pengelolaan peternakan dan pencegahan
penyakti secara integral, melindungi kelompok unggas dari serangan
penyakit dengan mengambil langkah pengelolaan yang ketat seperti
isolasi, pensuci hamaan lingkungan, pengendalian mobilitas manusia
dan material di peternakan ayam.
Bagaimana mencegah wabah flu burung berbahaya ?
Untuk mencegah flu burung perlu diambil langkah
pencegahan terpadu. Peternakan harus jauh dari kompleks penduduk,
pasar, lalu lintas utama serta tempat dan sarana terkait produksi
binatang lainnya; tidak mendatangkan telur dan unggas bibit dari
daerah wabah; mengadakan sterilisasi ketat terhadap kendaraan
yang lalu lalang serta lingkungan sekitar peternakan, ruang dan
alat penetasan, kandang ayam, baju, topi dan sepatu tenaga kerja;
mengambil model pemeliharaan keluar masuk secara total dan menutup
kontak antara burung dan unggas; di dalam peternakan diadakan
jalan khusus untuk keluar masuk bagi karyawan, dilakukan pembersihan
dan pensuci hamaan terhadap karyawan dan benda-benda perllindungannya;
melarang semua orang dari luar memasuki atau mengunjungi daerah
peternakan. Daerah yang terancam flu burung berbahaya harus melakukan
vaksinasi di bawah bimbingan otoritas kesehatan kedokteran hewan
setempat, secara berkala mengadakan pengawasan seroligi untuk
menjamin keandalan efek vaksinisasi.
Pencegahan flu burung berbahaya di perusahaan penetasan
dan ruang pemeliharaan anak ayam ?
Pertama, perusahaan penetasan
harus dirancang dengan baik. Dimulai dari ruang masuk telur, peletakan
telur pada baki, penetasan, pemindahan anak ayam, ruang tunggu,
sampai pengangkutan anak ayam usia satu hari ke area angkutan
kendaraan harus rute lalu lintas satu arah. Setiap ruang penetasan
harus memudahkan pembersihan dan pensuci hamaan secara tuntas,
sistem ventilasi harus dapat mencegah peredaran kembali udara
dan debu yang terpo
Kedua, melakukan dengan
baik penerimaan dan pemeriksaan telur bibit serta pensuci hamaannya
tepat pada waktunya. Telur bibit ayam harus dikoleksi secara
berkala, kotoran di permukaan telur harus dibersihkan tepat
pada waktunya, dan telur yang sangat terpolusi dan retak harus
diafkir.
Ketiga, semua alat penetasan,
baki telur untuk penetasan, telur bibit dan alat pembawa anak
ayam harus dibersihkan dan disuci hamakan secara tuntas sebelum
digunakan.
Keempat, kendaraan dan alat
angkutan anak ayam harus disterilisasi secara tuntas untuk mencegah
penularan silang.
Kelima, melakukan vaksinasi
terhadap ayam bibit serta anak ayam di bawah bimbingan otoritas
kesehatan kedokteran hewan setempat.
lusi.
Hubungan antara cara pemeliharaan unggas dengan flu burung
berbahaya
Cara pemeliharaan erat kaitannya dengan terjadinya
flu burung dan pengendaliannya. Kondisi pemeliharaan yang baik
adalah kunci pencegahan flu burung.
Peternakan campuran ayam dan unggas air harus
dihindari, karena unggas air adalah salah satu inang penting virus
flu burung yang dapat membawa virus tapi tidak tentu menunjukkan
gejala penyakit, virus yang terbuang lewat kotorannya dapat mencemari
sumber air dan lingkungan. Virus tersebut dapat menular kepada
ayam dan unggas lainnya yang diternakkan bersama dan mengakibatkan
berjangkitnya penyakit.
Unggas yang diumbar mudah terjadi kontak dengan
unggas lainnya serta dengan burung migran atau lingkungan, pakan
dan air minum yang tercemar oleh satwa liar tersebut, maka kemungkinan
tertular flu burung sangat bertambah.
Unggas yang diternakkan secara intensif kecil
kemungkinannya tertular flu burung karena syarat karantina lingkungan
relatif baik, lalu lintas manusia dan material terkendali ketat,
ditambah kebersihan dan langkah pencegahan penyakait hewan relatif
baik, maka kesempatan tertular flu burung lebih kecil, dan begitu
berjangkit epidemi, juga dapat segera diambil tindakan untuk mengendalikannya.
Konsep vaksinasi yang direkomendasi untuk pemberantasan
flu burung yang berbahaya
Begitu terjadi wabah flu burung, dalam radius
5 kilometer sekitar daerah wabah harus dilakukan vaksinasi darurat
terhadap semua unggas yang mudah tertular. Sementara itu, diadakan
jalur karantina di sekitar daerah wabah. Vaksinasi dilakukan hanya
untuk kelompok ayam sehat yang masih belum tertular virus flu
burung. Vaksinasi dilakukan di bawah bimbingan tenaga kedokteran
hewan.
Dapatkah unggas penderita flu burung yang berbahaya disembuhkan?
Tidak. Tingkat kejadian penyakit dan tingkat
kematian flu burung yang berbahaya mencapai 100%.
Mengapa semua unggas dalam radius 3 kilometer di sekitar
titik epidemi flu burung yang berbahaya harus dimusnahkan?
Tiongkok menggariskan wilayah dalam radius
3 kilometer sekitar titik epidemi flu burung yang berbahaya sebagai
daerah wabah, karena unggas di dalam batas lingkungan itu paling
mudah tertular. Pemusnahan semua unggas dalam titik epidemi dan
3 km di sekitarnya adalah perlu sepenuhnya untuk menjamin epidemi
flu burung yang berbahaya dapat diberantas secara total. Tindakan
pemusnahan itu akan membantu pengendalian penyebaran penyakit
akibat unggas sakit serta kotoran, air tercemar dan sumber pencemaran
lainnya. Ini adalah cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit
menular yang ganas, juga pendekatan yang lazim diterapkan dunia
internasional.
Pemrosesan unggas yang akan dimusnahkan agar tidak membahayakan.
Dalam tubuh unggas yang akan dimusnahkan kemungkinan
mengandung virus flu burung yang berbahaya. Apabila sumber penyakit
itu tidak diberantas secara total dan unggas yang sakit sampai
masuk ke pasar, maka hal itu pasti akan menimbulkan penyebaran
virus flu burung yang berbahaya, dan kemungkinan akan mengancam
kesehatan para konsumen. Untuk menjamin kesehatan para konsumen
dan mengendalikan epidemi itu secara efektif, unggas yang akan
dimusnahkan harus diproses dengan dibakar dan ditanam dalam-dalam
agar tidak membahayakan.
Isolasi daerah wabah flu burung yang berbahaya.
Melakukan karantina dan isolasi terhadap daerah
wabah flu burung yang berbahaya dapat mencegah penyebaran virus
dari daerah wabah ke daerah bukan wabah, dan mencegah meluasnya
lebih lanjut epidemis, dengan demikian mengurangi kerugian ekonomi
yang serius dan dampak internasionalnya akibat wabah tersebut.
Mengapa sumber wabah flu burung yang berbahaya perlu
dilacak ketika wabah itu berjangkit?
Pemberantasan sumber asal penyakit secara total
tepat pada waktunya adalah kunci untuk mengendalikan wabah flu
burung yang berbahaya. Dengan melaporkan keadaan wabah flu burung
yang berbahaya tepat pada waktunya dan selekasnya menemukan titik
sumber epidemi, akan dapat melakukan isolasi terhadap titik epidemi
dan memusnahkan unggas yang tertular dalam waktu yang relatif
singkat, dengan demikian dapat secara efektif mencegah penyebaran
dan penjalaran wabah flu burung.
Ketentuan tentang waktu pencabutan isolasi?
Masa inkubasi virus flu burung yang terpanjang
adalah 21 hari. Selama masa inkubasi itu tidak tertutup kemungkinan
muncul kasus-kasus baru infeksi virus flu burung. Hanya apabila
tidak ditemukan lagi kasus baru infeksi lebih dari satu masa inkubasi,
baru dapat dibuktikan bahwa di daerah isolasi sudah tidak ada
virus flu burung, dan baru dapat menjamin tidak akan terjadi peledakan
baru epidemi flu burung berbahaya setelah isolasi dicabut. Dengan
demikian, target pemberantasan wabah akan dapat dicapai. Maka,
isolasi terhadap daerah yang dilanda flu burung berbahaya baru
dapat dicabut paling sedikit melalui satu masa inkubasi setelah
unggas terakhir di daerah isolasi dimusnahkan.
Kriteria terberantasnya suatu epidemi yang berjangkit
Kriteria terberantasnya suatu epidemi yang
berjangkit ialah: tidak muncul kasus baru flu burung sedikitnya
21 hari sejak dilakukan pemusnahan dan sterilisasi total atas
kasus terakhir di daerah yang dilanda wabah, sebagai bukti bahwa
wabah yang berjangkit di daerah itu sudah diberantas.
Pemantauan epidemi terhadap burung migran?
Virus flu burung dapat menulari banyak jenis
burung liar, khususnya burung air migran. Ada bukti yang menunjukkan
bahwa burung migran adalah sumber sejati penyebab penyakit flu
burung. Maka meningkatkan pemantauan epidemi terhadap burung migran
sangat berguna untuk menemukan sumber asal wabah flu burung. Meledaknya
wabah flu burung dalam areal luas secara serentak di banyak negara
kawasan Asia kali ini bukan tidak ada kaitannya dengan penyebaran
virus oleh migrasi burung migran.
Cara pencegahan flu burung bagi peternak ayam dan bebek
kecil-kecilan
Perlu diperhatikan kebersihan kandang unggas
dan dengan sadar menerima pengawasan badan pengawas karantina
binatang . Di daerah yang terancam flu burung, ayam dan bebek
harus divaksinasi. Begitu ditemukan epidemi flu burung berbahaya
yang dicurigai, harus segera melaporkannya kepada badan pengawas
karantina binatang setempat serta mengambil langkah isolasi untuk
mencegah penyebaran wabah.
|
|
| |
III. Cara identifikasi flu burung berbahaya
Apakah hasil-hasil yang dicapai dewasa ini dalam penelitian
flu burung berbahaya?
Sejak pertengahan 1990-an, Tiongkok telah melakukan
banyak pekerjaan dan mencapai banyak hasil riset di bidang epidemiologi,
diagnosis, vaksinasi dan penelitian dasar. Dalam teknik diagnosa
flu burung telah dibangun (1) tehnik diagnosa AGP; (2) tehnik
typing subtipe; dan(3) tehnik diagnosa molekul virus. Di bidang
penelitian dan pembuatan vaksin flu burung, telah dicapai hasil
dalam penelitian vaksin inaktifvasi flu burung subtipe H5 yang
dapat digunakan untuk vaksinasi darurat flu burung berbahaya subtipe
H5.
Panjang waktu untuk konfirmasi penyebab penyakit dan tes
yang perlu dilakukan
Konfirmasi flu burung berbahaya perlu dilakukan
dengan mengadakan pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dan identifikasi
subtipe sedikitnya perlu waktu 3 sampai 5 hari. Konfirmasi patogenisiti
virus harus dilakukan dengan mengadakan inokulasi ayam SPF melalui
pembuluh darah balik artifisial.
Standar diagnosa flu burung berbahaya yang digariskan ketentuan
Kementerian Pertanian
Berdasarkan ketentuan terkait dari Kementerian
Pertanian, yang menunjukkan gejala-gejala berikut dapat dikonfirmasi
sebagai telah terjadi flu burung berbahaya: (1) ada gejala klinis
dan perubahan patologi yang tipikal, penyakit terjadi dengan cepat
sekali dan tinggi tingkat kematiannya, sementara dapat dipastikan
bukan penyakit newcastle dan keracunan, tes serum darah menunjukkan
positif; (2) tes serum darah flu burung subtipe H5 dan H7 pada
unggas di peternakan ayam yang belum divaksinasi menunjukkan hasil
positif; (3) dari kelompok unggus diperoleh galur toksisiti flu
burung subtipe H5 dan H7, atau galur toksisiti flu burung subtipe
lainnya.
|
|
| |
IV. Cara tepat menghadapi flu burung berbahaya
Sikap ilmiah menghadapi flu burung berbahaya
Manusia mempunyai sejarah yang lama dalam meneliti
flu burung. Flu burung pertama kali ditemukan pada tahun 1878.
Flu burung telah 12 kali merebak di dunia dan frekuensi berjangkitnya
wabah tersebut di kawasan Asia selama beberapa tahun ini relatif
tinggi. Flu burung berbahaya yang terjadi kali ini bukan penyakit
menular yang diakibatkan virus baru. Selama beberapa tahun ini
pernah dilaporkan berjangkitnya flu burung H5N1 dan H7N7 yang
berbahaya di sejumlah negara dan daerah . Melalui penelitian ilmiah
selama bertahun-tahun, telah ditemukan cara efektif untuk mengendalikan
flu burung. Penyelidikan epidemiologi membuktikan bahwa penyebaran
flu burung berlangsung horizontal. Penjalaran penyakit tersebut
dapat dikendalikan dengan memotong jalur penyebarannya. Virus
flu burung relatif peka terhadap panas dan dapat diberantas pada
suhu 60 hingga 70 derajat celsius selama 2 sampai 10 menit. Daging
unggas, telur dan produknya yang sudah matang dan dijual di pasar
boleh dikonsumsi secara aman dan tidak perlu panik.
Apakah flu burung berbahaya dapat membahayakan warga kota
biasa?
Dalam keadaan umumnya, masyarakat di kota tidak
mengadakan kontak dengan unggas yang terserang flu burung berbahaya,
karena unggas dan produk olahannya yang dijual di pasar telah
diperiksa secara ketat oleh pihak kedokteran hewan dan kesehatan,
unggas yang sakit dan produk olahannya yang tidak memenuhi standar
tidak mungkin memasuki peredaran pasar. Oleh karena itu, flu burung
berbahaya tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap masyarakat
di kota. Di pihak lain, unggas dan produk olahannya dikonsumsi
setelah direbus atau dipanggang. Dalam proses pengolahan seperti
itu, virus terbunuh dan tidak dapat menular lagi.
Apa yang harus dilakukan apabila pernah mengadakan kontak
dengan unggas flu burung berbahaya?
Pertama, tidak perlu panik, karena kemungkinan
penularan penyakit dari unggas kepada manusia sangat kecil. Di
tempat-tempat yang terjadi epidemi di Tiongkok, pihak otoritas
kesehatan telah mengadakan pemeriksaan dan pengamatan medis terhadap
warga yang mengadakan kontak dekat dengan unggas sakit, namun
belum dapat ditemukan ada orang yang tertular. Tapi bagi mereka
yang pernah mengadakan kontak dengan unggas flu burung berbahaya
dan menunjukkan gejala seperti flu, harus segera memeriksakan
diri ke rumah sakit dan aktif bekerjasama dengan dokter untuk
mengadakan diagnosa dan pengobatan.
|
|
| |
V. Peraturan dan sistem yang berkaitan dengan
pencegahan dan pemberantasan flu burung berbahaya
Di daerah yang dilanda wabah flu burung berbahaya, bagaimana
para peternak bekerjasama dengan pemerintah?
Flu burung berbahaya oleh Organisasi Kesehatan
Hewan Dunia ( OIE ) digolongkan sebagai penyakit menular kategori
A, dan di Tiongkok tergolong penyakit menular binatang kategori
satu. Begitu terjadi wabah flu burung berbahaya yang dicurigai,
akan dilakukan isolasi, blokade dan didiagnosa lebih lanjut sesuai
dengan peraturan terkait di Tiongkok mengenai pencegahan penyakit
binatang. Setelah dikonfirmasi sebagai wabah flu burung berbahaya
akan segera diadakan blokade terhadap daerah wabah, pemusnahan
unggas sakit dan disinfeksi tuntas terhadap lingkungan, dengan
tujuan mencegah wabah menyebar lebih lanjut. Para peternak harus
aktif bekerjasama dengan pemerintah, meski peternak akan mengalami
kerugian tertentu, tapi peternak harus mengutamakan kepentingan
keseluruhan, mencegah penjalaran dan penyebaran wabah. Di samping
itu, pemerintah semua tingkat harus menyalurkan uang kompensasi
pemerintah kepada setiap peternak.
Langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan flu burung
berbahaya
Dalam peraturan pemerintah yang bersangkutan,
telah dirumuskan langkah dan prosedur yang ketat untuk melakukan
pencegahan, pengendalian dan pemberantasan flu burung berbahaya,
antara lain pelaporan dan diagnosa epidemi, isolasi dan blokade
atas titik dan daerah wabah, pemusnahan unggas sakit, disinfeksi,
vaksinasi darurat, sistem penanggulangan darurat , sumber dan
jaminan dana.
Apakah peternak diizinkan menangani sendiri setelah terjadi
wabah flu burung berbahaya yang dicurigai?
Tidak. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua
unggas beserta produk olahannya di titik wabah harus dimusnahkan
dan diproses tanpa menimbulkan pencemaran di bawah pengawasan
badan pengawas dan karantina binatang. Semua benda yang mungkin
tercemar juga harus disteril dan diproses agar tidak menimbulkan
pencemaran. Selain itu, blokade dan disinfeksi lingkungan atas
daerah wabah dan konfirmasi epidemi dapat dilakukan hanya oleh
pemerintah setempat dan otoritas administrasi peternakan dan kedokteran
hewan. Pemotongan unggas tanpa izin oleh peternak akan menimbulkan
polusi lingkungan dan penyebaran patogenik yang serius apabila
darah, sampah dan air tercemar tidak diproses atau salah pemrosesannya.
Persyaratan bagi koleksi bahan virus dan pemisahan patogen?
Flu burung berbahaya tergolong penyakit menular
kategori satu. Untuk mencegah penyebarannya, pemisahan patogen
harus dilakukan di laboratorium khusus dan laboratorium yang memiliki
BSL-3 yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian. Pemisahan dan
perbanyakan virus di laboratorium yang tidak memiliki syarat perlindungan
ketat, mudah menimbulkan penyebaran virus dan infeksi pada staf
laboratorium.
Pemaparan epidemi flu burung berbahaya yang telah dilaporkan
ke pihak atasan
Epidemi flu burung yang telah dilaporkan akan
dikonfirmasi dan diumumkan tepat pada waktunya oleh Kementerian
Pertanian setelah dilakukan pemisahan patogen, pengetesan dan
identifikasi oleh laboratorium referensi flu burung nasional yang
ditunjuk Kementerian Pertanian .
|
|
| |
|
|
| |
ANTHRAX
| DIARE | DHF/DBD
| D.
CHIKUNGUYA | FILARIASIS
| FLU
BURUNG | HEPATITIS
| HIV/AIDS |
J. ENCEPHALITIS | LEPTOSPIRA
| MALARIA
| NAPZA
| PNEUMONIA |
SAPI
GILA | SARS
| TUBERKULOSIS |
TOXOPLASMOSIS |
EPILEPSI
|
|
| |
|
|
|
|