Infeksi
>> Penyakit


Direktur Jenderal PPM - PL
Halaman Utama
Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial
Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease
Informasi Penelitian
Profile RSPI - SS
Dokter - dokter di RSPI - SS
Sejarah RSPI - SS


Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi
Tim Redaksi infeksi.com

 Plasmid - Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease

Kupin - Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial


 
Halaman Utama Informasi mengenai penyakit - penyakit infeksi Informasi mengenai Imunisasi Kewaspadaan Universal Pengendalian Infeksi Nosokomial Pelayanan Annual Scientific Meeting On Infectious Disease Informasi Penelitian Profile RSPI - SS Dokter - dokter di RSPI - SS Sejarah RSPI - SS  
   
 

FLU BURUNG

 
 

Flu Burung Yang Berbahaya

I.Pengertian, kejadian penyakit dan ciri epidemi flu burung yang berbahaya

Flu burung dan flu burung yang berbahaya

Flu burung adalah penyakit menular di kalangan burung dan unggas akibat virus influenza avian. Setelah tertular virus flu burung, penderita menunjukkan gejala penyakit saluran pernapasan derajat ringan, serta gejala penyakit saluran pencernaan, tingkat kematian agak rendah; atau menunjukkan gejala penyakit seluruh badan yang agak serius, perdarahan dan keracunan darah, tingkat kematian agak tinggi. Perbedaan gejala penyakit itu terutama tergantung tipe toksitik flu burung.
Berdasarkan bedanya penyebab penyakit flu burung, flu burung dapat dibagi menjadi flu burung yang berbahaya, flu burung yang rendah bahayanya dan flu burung yang tidak berbahaya. Flu burung akibat tipe serum H5N1 di dalam dan luar negeri baru-baru ini adalah flu burung yang berbahaya, tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi dan sangat berbahaya.

Berapa lama masa inkubasi flu burung yang berbahaya? Apakah selama masa inkubasi bisa menular?

Masa inkubasi flu burung dari beberapa jam sampai beberapa hari, paling panjang 21 hari. Panjang masa inkubasi terpengaruh oleh banyak faktor, antara lain tingkat toksitis virus, jumlah ketularan, daya tahan tubuh unggas, usia dan jenis unggas serta kondisi pemeliharaan ternak unggas, keadaan gizi dan kebersihan lingkungannya, dan apakah ada pengaruh kondisi pemicu. Masa inkubasi flu burung yang berbahaya pendek, kejadian penyakit sangat drastis, tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi. Dalam masa inkubasi ada kemungkinan menular.

Cara penyebaran flu burung

Cara penyebaran flu burung ada dua macam: kontak langsung antara unggas sakit dan unggas sehat, atau kontak tidak langsung melalui polutan virus. Virus flu burung terdapat dalam saluran pencernaan, saluran pernapasan dan jaringan tubuh dan organ unggas sakit dan unggas tertular. Maka virus dapat terbuang melalui sekresi mata, hidung dan mulut serta kotoran. Benda yang tercemar oleh sekresi, kotoran dan mayat unggas yang mengandung virus flu burung, seperti pakan ternak, air minum, kandang ayam, udara, kurungan, alat pemeliharaan dan peternakan, kendaraan angkutan, serangga dan berbagai macam burung pembawa virus dapat menyebarkannya secara mekanik. Unggas sehat dapat kejangkitan penyakit apabila tertular melalui saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Gejala klinis flu burung yang berbahaya dan perbedaannya dengan penyakit newcastle

Flu burung akut tidak mempunyai gejala klinis tertentu, dalam waktu singkat menunjukkan gejala tidak mempunyai nafsu makan sama sekali, suhu badan naik drastis, semangat sangat lesu, diiringi kematian dalam jumlah besar. Ada perbedaan nyata antara infeksi virus newcastle dan flu burung pada ayam. Jenis virus keduanya berbeda. Flu burung tergolong orthomyxovirus (influenza virus), sedang newcastle tergolong paramyxoviridae. Tertular virus newcastle pada stadium dini menunjukkan gejala klinis tipikal: masa inkubasi agak panjang, ada gejala penyakit saluran pernapasan, menceret, nafsu makan berkurang, semangat lesu, pada stadium akhir menunjukkan gejala penyakit saraf.

Ciri epidemi flu burung yang berbahaya

Virus flu burung yang berbahaya agak mirip dengan virus flu biasa, dapat menjalar sepanjang tahun, namun lebih mudah menjalar pada musim dingin dan musim semi, karena virus flu burung memiliki dayathan relatif kuat dalam kondisi suhu rendah. Unggas dari berbagai jenis dan usia dapat tertular flu burung yang berbahaya, cepat kejadian penyakit dan penyebarannya, tingkat kematian dapat mencapai 100 persen.

Keterkaitan antara flu burung yang berbahaya dengan usia, jenis kelamin dan varitas unggas

Banyak jenis unggas antara lain ayam, kalkun, puyuh, itik, angsa dsb. Dapat tertular dan terjadi penyakit, namun lebih banyak dijumpai dalam kelompok ayam, kalkun, itik dan angsa, di antaranya kalkun dan ayam paling mudah tertular, tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi. Itik, angsa dan unggas air lainnya relatif rendah tingkat ketularannya, namun dapat membawa virus atau tertular secara laten, kadang kala juga mengalami kematian dalam jumlah besar. Ayam dan kalkun dari berbagai usia dapat tertular dan mati, sedang untuk unggas air, tingkat kematian pada anak itik dan anak angsa relatif tinggi. Belum ditemukan ada kaitan antara kejangkitan flu burung yang berbahaya dan jenis kelamin unggas.

Dapatkah flu burung yang berbahaya menular melalui telur?

Flu burung yang berbahaya dapat berjangkit sepanjang tahun, lebih-lebih pada musim dingin dan musim semi, terutama karena:

  1. Virus flu relatif peka terhadap suhu. Seiring dengan meningkatnya suhu lingkungan, masa hidup virus menjadi pendek. Selain itu, intensitas penyinaran matahari pada musim panas dan musim gugur relatif tinggi, sinar lembayung dalam sinar matahari mempunyai daya pembunuh yang kuat terhadap virus.
  2. Peredaran udara pada sarang unggas di musim panas dan musim gugur jauh lebih tinggi dibanding musim dingin dan musim semi sehingga dapat sangat mengurangi jumlah virus dalam lingkungan kandang ayam. Maka, kesempatan dan jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh ayam sangat berkurang, maka tingkat infeksi berkurang. Sementara itu, peredaran udara yang baik juga mengurangi rangsangan udara buruk terhadap selaput lendir saluran pernapasan ayam, ini mempunyai arti penting untuk menjaga daya tahan selaput lendir saluran pernapasan terhadap penyakit.

 

 
 

 

II. Pencegahan dan Pengendalian Flu Burung Yang Berbahaya

Adakah vaksin pencegah flu burung yang berbahaya?

Tiongkok telah berhasil membuat vaksin untuk mencegah flu burung yang berbahaya H5N1. Peternakan di luar daerah epidemi harus tepat pada waktunya melakukan vaksinasi untuk mencegah terjadinya epidemi flu burung.

Perlukah flu burung yang berbahaya diobati?

Ketika berjangkit flu burung yang berbahaya di kalangan unggas, kini masih belum ada cara pengobatan yang efektif karena sangat cepat penyakit terjadi, tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian sangat tinggi. Berdasarkan ketentuan pemerintah, apabila dikonfirmasi sebagai flu burung yang berbahaya, semua unggas dalam radius tiga km harus segera dimusnahkan dan ditanam dalam-dalam, kotorannya harus diproses sehingga tidak membahakan. Dengan demikian, dapat dengan secepatnya memberantas epidemi dan sumber penularan, mengurangi kerugian ekonomi. Ini adalah salah satu cara efektif untuk memberantas flu burung.

Sterilisasi kandang unggas flu burung yang berbahaya, polutan dan lingkungannya

Virus flu burung dapat mencemari kandang, alat kandang, alasan dsb melalui kotoran dan sekresi hidung unggas yang tertular. Virus flu burung relatif peka terhadap obat pembersih dan panas. Ketika melakukan sterilisasi atas kandang, harus membersihkan polutan dengan obat pembersih, kemudian mensuci hamakan dengan larutan hipoklorida sodium, akhirnya menggunakan formalin dan diasap dengan potassium permanganate. Alat kandang yang terbuat dari besi dapat disteril dengan dibakar. Berhubung kandungan virus dalam kotoran sangat tinggi, maka perlu sangat hati-hati ketika memrosesnya. Kotoran dan alasan harus ditanam. Alat yang digunakan untuk memroses kotoran dan alasan harus disteril dengan soda api atau obat steril lainnya.

Obat steril apa saja dapat membunuh virus flu burung? Bagaimana cara penggunaannya?

Virus flu burung mempunyai daya hidup relatif rendah dalam lingkungan terbuka. Asalkan cara sterilisasi dilakukan secara tepat, virus dalam lingkungan dapat dibunuh dengan menggunakan obat steril yang sering digunakan dalam praktek peternakan unggas, seperti aldehyde, obat steril yang mengandung klorida, phenol, oksidan, soda dsb. Dalam lingkungan kandang peternakan, obat-obat steril berikut relatif efektif:
  1. Jenis aldehyde: formaldehyde, polyformaldehyde dsb. Di antaranya penguapan dengan formaldehyde paling sering digunakan. Untuk kandang yang tertutup rapat digunakan 7 sampai 21 g potassium permanganate ditambah 14 sampai 42 ml formalin untuk per kubik. Ketika melakukan sterilisasi penguapan, suhu ruangan harus tidak lebih rendah dari 15 derajat Celsius, kelengasan relatif 60 sampai 80 persen. Bejana diisi dulu dengan potassium permanganate, ditambah larutan formalin, pintu dan jendela ditutup rapat selama 7 jam, akan tercapai tujuan sterilisasi. Setelah itu pintu dan jendela dibuka agar udara segar masuk dan menghilangkan bau tidak sedap.
  2. Hasil sterilisasi obat steril yang mengandung klorida tergantung kandungan kloridanya, makin tinggi kandungannya, daya sterilnya makin kuat, termasuk obat steril yang mengandung klorida anorganik dan organik. Dapat digunakan larutan kaporit 5% untuk menyemprot kandang dan kerangka sarang, tempat pakan dan kendaraan. Hipoklorida sodium dapat dengan cepat membunuh virus dan tidak menimbulkan residu atau bau tidak sedap, maka sering digunakan untuk sterilisasi alat-alat dan meja kerja di pabrik makanan dan penjagalan serta pengolahan daging.
  3. Preparat soda atara lain soda kostik dll, untuk sterilisasi kebanyakan digunakan cairan soda yang mengandung 94% soda kostik, ketika digunakan dipanasi dan ditambah air menjadi larutan 1% sampai 2%, digunakan untuk mensuci hamakan lantai, dinding, tempat bergerak dan kotoran di kandang ayam, juga digunakan untuk penyembelihan ayam, pabrik pengolah makanan serta untuk steril kendaraan dan perahu angkutan. Setelah 6 sampai 12 jam obat disemprotkan, dibersihkan dengan air bersih.

Akankah pemeliharaan ayam, bebek, angsa dan babi secara campuran mengakibatkan flu burung berbahaya ?

Unggas tidak seharusnya dipelihara campur dengan babi, karena virus flu unggas dapat menular kepada babi, sedangkan virus flu manusia juga dapat menular kepada babi. Berhubung virus influenza mempunyai 8 keping asam nukleat yang berbeda, maka ketika dua jenis partikel virus yang berbeda itu bersama-sama menulari satu sel, keping asam nukleat itu akan bergabung dan tersusun kembali dengan melahirkan partikel virus influenza tipe baru. Partikel virus influenza tipe baru itu sering kali menjadi epidemi di kalangan manusia dan sangat membahayakan.
Selain itu, ayam juga tidak seharusnya diternakkan bersama unggas air seperti bebek dan angsa, karena tingkat pembawaan berbagai subtipe virus influenza pada unggas air sangat tinggi, ada yang tidak menunjukkan gejala klinis apapun, virus yang terkandung dalam kotorannya setelah menular kepada ayam dapat mengakibatkan terjadi dan berjangkitnya flu burung, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Apakah pengintensifan pengelolaan peternakan unggas berguna bagi pencegahan flu burung ?

Pengintensifan pengelolaan peternakan adalah prasyarat bagi pencegahan semua penyakit menular binatang. Hanya dengan pengelolaan yang baik baru dapat menjamin unggas berada dalam kondisi pertumbuhan yang terbaik dan mempunyai daya tahan yang baik terhadap penyakit. Ditinjau dari segi pengendalian flu burung, perlu mempertimbangkan pengelolaan peternakan dan pencegahan penyakti secara integral, melindungi kelompok unggas dari serangan penyakit dengan mengambil langkah pengelolaan yang ketat seperti isolasi, pensuci hamaan lingkungan, pengendalian mobilitas manusia dan material di peternakan ayam.

Bagaimana mencegah wabah flu burung berbahaya ?

Untuk mencegah flu burung perlu diambil langkah pencegahan terpadu. Peternakan harus jauh dari kompleks penduduk, pasar, lalu lintas utama serta tempat dan sarana terkait produksi binatang lainnya; tidak mendatangkan telur dan unggas bibit dari daerah wabah; mengadakan sterilisasi ketat terhadap kendaraan yang lalu lalang serta lingkungan sekitar peternakan, ruang dan alat penetasan, kandang ayam, baju, topi dan sepatu tenaga kerja; mengambil model pemeliharaan keluar masuk secara total dan menutup kontak antara burung dan unggas; di dalam peternakan diadakan jalan khusus untuk keluar masuk bagi karyawan, dilakukan pembersihan dan pensuci hamaan terhadap karyawan dan benda-benda perllindungannya; melarang semua orang dari luar memasuki atau mengunjungi daerah peternakan. Daerah yang terancam flu burung berbahaya harus melakukan vaksinasi di bawah bimbingan otoritas kesehatan kedokteran hewan setempat, secara berkala mengadakan pengawasan seroligi untuk menjamin keandalan efek vaksinisasi.

Pencegahan flu burung berbahaya di perusahaan penetasan dan ruang pemeliharaan anak ayam ?

Pertama, perusahaan penetasan harus dirancang dengan baik. Dimulai dari ruang masuk telur, peletakan telur pada baki, penetasan, pemindahan anak ayam, ruang tunggu, sampai pengangkutan anak ayam usia satu hari ke area angkutan kendaraan harus rute lalu lintas satu arah. Setiap ruang penetasan harus memudahkan pembersihan dan pensuci hamaan secara tuntas, sistem ventilasi harus dapat mencegah peredaran kembali udara dan debu yang terpo
Kedua, melakukan dengan baik penerimaan dan pemeriksaan telur bibit serta pensuci hamaannya tepat pada waktunya. Telur bibit ayam harus dikoleksi secara berkala, kotoran di permukaan telur harus dibersihkan tepat pada waktunya, dan telur yang sangat terpolusi dan retak harus diafkir.
Ketiga, semua alat penetasan, baki telur untuk penetasan, telur bibit dan alat pembawa anak ayam harus dibersihkan dan disuci hamakan secara tuntas sebelum digunakan.
Keempat, kendaraan dan alat angkutan anak ayam harus disterilisasi secara tuntas untuk mencegah penularan silang.
Kelima, melakukan vaksinasi terhadap ayam bibit serta anak ayam di bawah bimbingan otoritas kesehatan kedokteran hewan setempat.
lusi.

Hubungan antara cara pemeliharaan unggas dengan flu burung berbahaya

Cara pemeliharaan erat kaitannya dengan terjadinya flu burung dan pengendaliannya. Kondisi pemeliharaan yang baik adalah kunci pencegahan flu burung.
Peternakan campuran ayam dan unggas air harus dihindari, karena unggas air adalah salah satu inang penting virus flu burung yang dapat membawa virus tapi tidak tentu menunjukkan gejala penyakit, virus yang terbuang lewat kotorannya dapat mencemari sumber air dan lingkungan. Virus tersebut dapat menular kepada ayam dan unggas lainnya yang diternakkan bersama dan mengakibatkan berjangkitnya penyakit.
Unggas yang diumbar mudah terjadi kontak dengan unggas lainnya serta dengan burung migran atau lingkungan, pakan dan air minum yang tercemar oleh satwa liar tersebut, maka kemungkinan tertular flu burung sangat bertambah.
Unggas yang diternakkan secara intensif kecil kemungkinannya tertular flu burung karena syarat karantina lingkungan relatif baik, lalu lintas manusia dan material terkendali ketat, ditambah kebersihan dan langkah pencegahan penyakait hewan relatif baik, maka kesempatan tertular flu burung lebih kecil, dan begitu berjangkit epidemi, juga dapat segera diambil tindakan untuk mengendalikannya.

Konsep vaksinasi yang direkomendasi untuk pemberantasan flu burung yang berbahaya

Begitu terjadi wabah flu burung, dalam radius 5 kilometer sekitar daerah wabah harus dilakukan vaksinasi darurat terhadap semua unggas yang mudah tertular. Sementara itu, diadakan jalur karantina di sekitar daerah wabah. Vaksinasi dilakukan hanya untuk kelompok ayam sehat yang masih belum tertular virus flu burung. Vaksinasi dilakukan di bawah bimbingan tenaga kedokteran hewan.

Dapatkah unggas penderita flu burung yang berbahaya disembuhkan?

Tidak. Tingkat kejadian penyakit dan tingkat kematian flu burung yang berbahaya mencapai 100%.

Mengapa semua unggas dalam radius 3 kilometer di sekitar titik epidemi flu burung yang berbahaya harus dimusnahkan?

Tiongkok menggariskan wilayah dalam radius 3 kilometer sekitar titik epidemi flu burung yang berbahaya sebagai daerah wabah, karena unggas di dalam batas lingkungan itu paling mudah tertular. Pemusnahan semua unggas dalam titik epidemi dan 3 km di sekitarnya adalah perlu sepenuhnya untuk menjamin epidemi flu burung yang berbahaya dapat diberantas secara total. Tindakan pemusnahan itu akan membantu pengendalian penyebaran penyakit akibat unggas sakit serta kotoran, air tercemar dan sumber pencemaran lainnya. Ini adalah cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit menular yang ganas, juga pendekatan yang lazim diterapkan dunia internasional.

Pemrosesan unggas yang akan dimusnahkan agar tidak membahayakan.

Dalam tubuh unggas yang akan dimusnahkan kemungkinan mengandung virus flu burung yang berbahaya. Apabila sumber penyakit itu tidak diberantas secara total dan unggas yang sakit sampai masuk ke pasar, maka hal itu pasti akan menimbulkan penyebaran virus flu burung yang berbahaya, dan kemungkinan akan mengancam kesehatan para konsumen. Untuk menjamin kesehatan para konsumen dan mengendalikan epidemi itu secara efektif, unggas yang akan dimusnahkan harus diproses dengan dibakar dan ditanam dalam-dalam agar tidak membahayakan.

Isolasi daerah wabah flu burung yang berbahaya.

Melakukan karantina dan isolasi terhadap daerah wabah flu burung yang berbahaya dapat mencegah penyebaran virus dari daerah wabah ke daerah bukan wabah, dan mencegah meluasnya lebih lanjut epidemis, dengan demikian mengurangi kerugian ekonomi yang serius dan dampak internasionalnya akibat wabah tersebut.

Mengapa sumber wabah flu burung yang berbahaya perlu dilacak ketika wabah itu berjangkit?

Pemberantasan sumber asal penyakit secara total tepat pada waktunya adalah kunci untuk mengendalikan wabah flu burung yang berbahaya. Dengan melaporkan keadaan wabah flu burung yang berbahaya tepat pada waktunya dan selekasnya menemukan titik sumber epidemi, akan dapat melakukan isolasi terhadap titik epidemi dan memusnahkan unggas yang tertular dalam waktu yang relatif singkat, dengan demikian dapat secara efektif mencegah penyebaran dan penjalaran wabah flu burung.

Ketentuan tentang waktu pencabutan isolasi?

Masa inkubasi virus flu burung yang terpanjang adalah 21 hari. Selama masa inkubasi itu tidak tertutup kemungkinan muncul kasus-kasus baru infeksi virus flu burung. Hanya apabila tidak ditemukan lagi kasus baru infeksi lebih dari satu masa inkubasi, baru dapat dibuktikan bahwa di daerah isolasi sudah tidak ada virus flu burung, dan baru dapat menjamin tidak akan terjadi peledakan baru epidemi flu burung berbahaya setelah isolasi dicabut. Dengan demikian, target pemberantasan wabah akan dapat dicapai. Maka, isolasi terhadap daerah yang dilanda flu burung berbahaya baru dapat dicabut paling sedikit melalui satu masa inkubasi setelah unggas terakhir di daerah isolasi dimusnahkan.

Kriteria terberantasnya suatu epidemi yang berjangkit

Kriteria terberantasnya suatu epidemi yang berjangkit ialah: tidak muncul kasus baru flu burung sedikitnya 21 hari sejak dilakukan pemusnahan dan sterilisasi total atas kasus terakhir di daerah yang dilanda wabah, sebagai bukti bahwa wabah yang berjangkit di daerah itu sudah diberantas.

Pemantauan epidemi terhadap burung migran?

Virus flu burung dapat menulari banyak jenis burung liar, khususnya burung air migran. Ada bukti yang menunjukkan bahwa burung migran adalah sumber sejati penyebab penyakit flu burung. Maka meningkatkan pemantauan epidemi terhadap burung migran sangat berguna untuk menemukan sumber asal wabah flu burung. Meledaknya wabah flu burung dalam areal luas secara serentak di banyak negara kawasan Asia kali ini bukan tidak ada kaitannya dengan penyebaran virus oleh migrasi burung migran.

Cara pencegahan flu burung bagi peternak ayam dan bebek kecil-kecilan

Perlu diperhatikan kebersihan kandang unggas dan dengan sadar menerima pengawasan badan pengawas karantina binatang . Di daerah yang terancam flu burung, ayam dan bebek harus divaksinasi. Begitu ditemukan epidemi flu burung berbahaya yang dicurigai, harus segera melaporkannya kepada badan pengawas karantina binatang setempat serta mengambil langkah isolasi untuk mencegah penyebaran wabah.


 
 

 

III. Cara identifikasi flu burung berbahaya

Apakah hasil-hasil yang dicapai dewasa ini dalam penelitian flu burung berbahaya?

Sejak pertengahan 1990-an, Tiongkok telah melakukan banyak pekerjaan dan mencapai banyak hasil riset di bidang epidemiologi, diagnosis, vaksinasi dan penelitian dasar. Dalam teknik diagnosa flu burung telah dibangun (1) tehnik diagnosa AGP; (2) tehnik typing subtipe; dan(3) tehnik diagnosa molekul virus. Di bidang penelitian dan pembuatan vaksin flu burung, telah dicapai hasil dalam penelitian vaksin inaktifvasi flu burung subtipe H5 yang dapat digunakan untuk vaksinasi darurat flu burung berbahaya subtipe H5.

Panjang waktu untuk konfirmasi penyebab penyakit dan tes yang perlu dilakukan

Konfirmasi flu burung berbahaya perlu dilakukan dengan mengadakan pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dan identifikasi subtipe sedikitnya perlu waktu 3 sampai 5 hari. Konfirmasi patogenisiti virus harus dilakukan dengan mengadakan inokulasi ayam SPF melalui pembuluh darah balik artifisial.

Standar diagnosa flu burung berbahaya yang digariskan ketentuan Kementerian Pertanian

Berdasarkan ketentuan terkait dari Kementerian Pertanian, yang menunjukkan gejala-gejala berikut dapat dikonfirmasi sebagai telah terjadi flu burung berbahaya: (1) ada gejala klinis dan perubahan patologi yang tipikal, penyakit terjadi dengan cepat sekali dan tinggi tingkat kematiannya, sementara dapat dipastikan bukan penyakit newcastle dan keracunan, tes serum darah menunjukkan positif; (2) tes serum darah flu burung subtipe H5 dan H7 pada unggas di peternakan ayam yang belum divaksinasi menunjukkan hasil positif; (3) dari kelompok unggus diperoleh galur toksisiti flu burung subtipe H5 dan H7, atau galur toksisiti flu burung subtipe lainnya.

 

 
 

 

IV. Cara tepat menghadapi flu burung berbahaya

Sikap ilmiah menghadapi flu burung berbahaya

Manusia mempunyai sejarah yang lama dalam meneliti flu burung. Flu burung pertama kali ditemukan pada tahun 1878. Flu burung telah 12 kali merebak di dunia dan frekuensi berjangkitnya wabah tersebut di kawasan Asia selama beberapa tahun ini relatif tinggi. Flu burung berbahaya yang terjadi kali ini bukan penyakit menular yang diakibatkan virus baru. Selama beberapa tahun ini pernah dilaporkan berjangkitnya flu burung H5N1 dan H7N7 yang berbahaya di sejumlah negara dan daerah . Melalui penelitian ilmiah selama bertahun-tahun, telah ditemukan cara efektif untuk mengendalikan flu burung. Penyelidikan epidemiologi membuktikan bahwa penyebaran flu burung berlangsung horizontal. Penjalaran penyakit tersebut dapat dikendalikan dengan memotong jalur penyebarannya. Virus flu burung relatif peka terhadap panas dan dapat diberantas pada suhu 60 hingga 70 derajat celsius selama 2 sampai 10 menit. Daging unggas, telur dan produknya yang sudah matang dan dijual di pasar boleh dikonsumsi secara aman dan tidak perlu panik.

Apakah flu burung berbahaya dapat membahayakan warga kota biasa?

Dalam keadaan umumnya, masyarakat di kota tidak mengadakan kontak dengan unggas yang terserang flu burung berbahaya, karena unggas dan produk olahannya yang dijual di pasar telah diperiksa secara ketat oleh pihak kedokteran hewan dan kesehatan, unggas yang sakit dan produk olahannya yang tidak memenuhi standar tidak mungkin memasuki peredaran pasar. Oleh karena itu, flu burung berbahaya tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap masyarakat di kota. Di pihak lain, unggas dan produk olahannya dikonsumsi setelah direbus atau dipanggang. Dalam proses pengolahan seperti itu, virus terbunuh dan tidak dapat menular lagi.

Apa yang harus dilakukan apabila pernah mengadakan kontak dengan unggas flu burung berbahaya?

Pertama, tidak perlu panik, karena kemungkinan penularan penyakit dari unggas kepada manusia sangat kecil. Di tempat-tempat yang terjadi epidemi di Tiongkok, pihak otoritas kesehatan telah mengadakan pemeriksaan dan pengamatan medis terhadap warga yang mengadakan kontak dekat dengan unggas sakit, namun belum dapat ditemukan ada orang yang tertular. Tapi bagi mereka yang pernah mengadakan kontak dengan unggas flu burung berbahaya dan menunjukkan gejala seperti flu, harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit dan aktif bekerjasama dengan dokter untuk mengadakan diagnosa dan pengobatan.


 
 

 

V. Peraturan dan sistem yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan flu burung berbahaya

Di daerah yang dilanda wabah flu burung berbahaya, bagaimana para peternak bekerjasama dengan pemerintah?

Flu burung berbahaya oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia ( OIE ) digolongkan sebagai penyakit menular kategori A, dan di Tiongkok tergolong penyakit menular binatang kategori satu. Begitu terjadi wabah flu burung berbahaya yang dicurigai, akan dilakukan isolasi, blokade dan didiagnosa lebih lanjut sesuai dengan peraturan terkait di Tiongkok mengenai pencegahan penyakit binatang. Setelah dikonfirmasi sebagai wabah flu burung berbahaya akan segera diadakan blokade terhadap daerah wabah, pemusnahan unggas sakit dan disinfeksi tuntas terhadap lingkungan, dengan tujuan mencegah wabah menyebar lebih lanjut. Para peternak harus aktif bekerjasama dengan pemerintah, meski peternak akan mengalami kerugian tertentu, tapi peternak harus mengutamakan kepentingan keseluruhan, mencegah penjalaran dan penyebaran wabah. Di samping itu, pemerintah semua tingkat harus menyalurkan uang kompensasi pemerintah kepada setiap peternak.

Langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan flu burung berbahaya

Dalam peraturan pemerintah yang bersangkutan, telah dirumuskan langkah dan prosedur yang ketat untuk melakukan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan flu burung berbahaya, antara lain pelaporan dan diagnosa epidemi, isolasi dan blokade atas titik dan daerah wabah, pemusnahan unggas sakit, disinfeksi, vaksinasi darurat, sistem penanggulangan darurat , sumber dan jaminan dana.

Apakah peternak diizinkan menangani sendiri setelah terjadi wabah flu burung berbahaya yang dicurigai?

Tidak. Berdasarkan ketentuan pemerintah, semua unggas beserta produk olahannya di titik wabah harus dimusnahkan dan diproses tanpa menimbulkan pencemaran di bawah pengawasan badan pengawas dan karantina binatang. Semua benda yang mungkin tercemar juga harus disteril dan diproses agar tidak menimbulkan pencemaran. Selain itu, blokade dan disinfeksi lingkungan atas daerah wabah dan konfirmasi epidemi dapat dilakukan hanya oleh pemerintah setempat dan otoritas administrasi peternakan dan kedokteran hewan. Pemotongan unggas tanpa izin oleh peternak akan menimbulkan polusi lingkungan dan penyebaran patogenik yang serius apabila darah, sampah dan air tercemar tidak diproses atau salah pemrosesannya.

Persyaratan bagi koleksi bahan virus dan pemisahan patogen?

Flu burung berbahaya tergolong penyakit menular kategori satu. Untuk mencegah penyebarannya, pemisahan patogen harus dilakukan di laboratorium khusus dan laboratorium yang memiliki BSL-3 yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian. Pemisahan dan perbanyakan virus di laboratorium yang tidak memiliki syarat perlindungan ketat, mudah menimbulkan penyebaran virus dan infeksi pada staf laboratorium.

Pemaparan epidemi flu burung berbahaya yang telah dilaporkan ke pihak atasan

Epidemi flu burung yang telah dilaporkan akan dikonfirmasi dan diumumkan tepat pada waktunya oleh Kementerian Pertanian setelah dilakukan pemisahan patogen, pengetesan dan identifikasi oleh laboratorium referensi flu burung nasional yang ditunjuk Kementerian Pertanian .


 
 
 
 

 

ANTHRAX  | DIARE  | DHF/DBD  |   D. CHIKUNGUYA | FILARIASIS   | FLU BURUNG |   HEPATITIS  | HIV/AIDS  |   J. ENCEPHALITIS  | LEPTOSPIRA | MALARIA  | NAPZA   | PNEUMONIA  |  SAPI GILA | SARS  |  TUBERKULOSIS |  TOXOPLASMOSIS EPILEPSI


 

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com


Situs Indonesia Sehat [ www.infokes.com ]

Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jkt


Situs Santakin [ www.santakin.com ]

Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com
Pasang iklan banner , email: info@infeksi.com

 

UTAMA  |  PENYAKIT  |  IMUNISASI  |  KUPIN  |  PLASMID  |  PENELITIAN  |  PROFILE  |  S D M  |  SEJARAH  |  RSPNPI-SS  |  REDAKSI